Jokowi Pastikan Pengganti Patrialis Melalui Pansel

"Rekrutmennya dengan pola terbuka, dengan pansel, sehingga masyarakat bisa memberikan masukan-masukan,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Jan 2017 21:51 WIB

Author

Ninik Yuniati

Jokowi Pastikan Pengganti Patrialis Melalui Pansel

Hakim MK Patrialis Akbar, tersangka suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memastikan akan menggelar rekrutmen terbuka untuk memilih hakim konstitusi pengganti Patrialis Akbar. Kata dia, rekrutmen akan dilakukan oleh tim panitia seleksi, sehingga masyarakat juga bisa berpartisipasi dengan memberikan masukan.

Jokowi berharap  nantinya akan terpilih hakim MK yang berkualitas dan berintegritas.

"Ya nanti kalau sudah mendapatkan laporan secara penuh, kemudian juga ada permintaan ke kita juga akan segera kita tindak lanjuti, tentu saja akan kita lakukan. Rekrutmennya dengan pola terbuka, dengan pansel, sehingga masyarakat bisa memberikan masukan-masukan," kata Jokowi di sela kunjungan kerja ke Boyolali, Jawa Tengah sebagaimana rilis dari Biro Pers Istana, Senin (30/1/2017).

Jokowi melanjutkan, "saya kira cara-cara itu yang ingin kita lakukan, dan yang akan kita dapatkan yang mempunyai kualitas, integritas, yang mempunyai kemampuan untuk duduk di MK."

Rabu (25/1/2017) pekan lalu, hakim konstitusi Patrialis Akbar ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat. Sehari setelahnya, KPK menetapkan Patrialis sebagai tersangka penerima suap terkait gugatan uji materi Undang-undang No 41 tahun 2014 itu.

KPK juga menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka. Salah satunya pengusaha impor daging, Basuki Hariman yang diduga memberikan suap.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10