Bagikan:

Gubernur Cabut Izin, Semen Indonesia akan Coba Ajukan yang Baru

"Kami akan melaksanakan, sesuai dengan perintah yang sudah disampaikan oleh pak gubernur, sebagai pejabat yang berwenang untuk mencabut itu,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 16 Jan 2017 22:19 WIB

Author

Rio Tuasikal

Gubernur Cabut Izin, Semen Indonesia akan Coba Ajukan yang Baru

Ilustrasi: Ketua tim Komisi VI DPR Azam Azman Natawijaya (keenam kanan) bersama rombongan dan Direktur Enjinering dan Proyek Semen Indonesia Gatot Kustyadji (kelima kanan) di depan pabrik yang sudah


KBR, Jakarta- PT Semen Indonesia menyatakan akan mengikuti keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mencabut izin lingkungan pabrik semen di Kendeng. Juru Bicara PT Semen Indonesia Agung Wiharto menyatakan  akan tunduk sepenuhnya tanpa syarat apapun.

Meski begitu Agung menyatakan akan tetap   mempelajari keputusan Ganjar secara detail.

"Pasti kami akan mempelajari secara detail," kata dia kepada KBR, Senin (16/1/2017) malam.

"Begitu semua sudah OK, kami akan melaksanakan, sesuai dengan perintah yang sudah disampaikan oleh pak gubernur, sebagai pejabat yang berwenang untuk mencabut itu," tambahnya.

Agung menambahkan,  akan mencoba menyusun izin lingkungan yang baru. Kata dia, PT Semen Indonesia akan mengikuti jika diminta menghentikan aktivitas ataupun melengkapi izin.

Kata dia, pabrik semen di Kendeng itu tidak pernah beroperasi sama sekali. Sehingga tidak akan ada penghentian aktivitas. Namun kata dia akan ada kegiatan pemeliharaan mesin secara terbatas.

Baca: Gubernur Ganjar Cabut Izin Lingkungan Pabrik Semen di Kendeng

Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo mencabut izin lingkungan pabrik semen PT Semen Indonesia. Hal itu sesuai dengan putusan MA yang telah keluar sejak Oktober lalu. Ganjar sempat tidak mencabut izin itu.

Sampai akhirnya Presiden Joko Widodo memerintahkan ada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk kawasan Kendeng. Hari ini, tim KLHS selesai memetakan kawasan yang bersinggungan dengan pabrik semen. Meski demikian, Ganjar belum mengungkap hasil KLHS tersebut.


Editor: Rony Sitanggang 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi

Most Popular / Trending