Bagikan:

Dirjen Kekayaan Negara Kaji Lelang Harta Karun dari Kapal

"Ini yang musti dibahas. Kalau tidak dipakai negara, bisa saja. Selama ini, dengan swasta, ada pembagian dengan swasta"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 31 Jan 2017 20:57 WIB

Author

Dian Kurniati

Dirjen Kekayaan Negara Kaji Lelang Harta Karun dari Kapal

Ilustrasi: Harta karun dari kapal. (Foto: KKP)


KBR, Jakarta- Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan menyatakan ada peluang   melelang barang muatan kapal tenggelam (BMKT) yang dianggkat dari dasar lautan. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sonny Loho mengatakan lelang bisa dilakukan bila negara tak memerlukan.

"Kalau barang sejarah kan tidak bisa dinilai. Barang sejarah nilainya sudah dianggap tidak dinilai. Jadi memang musti dilihat. Kalau di swasta, kalau dia bisa jual mahal, dijual. (Ini bisa dilelang?) Ini yang musti dibahas. Kalau tidak dipakai negara, bisa saja. Selama ini, dengan swasta, ada pembagian dengan swasta. (Kalau yang mengangkat pemerintah?) Ini yang baru kan. Baru akan dicoba," kata Sonny di kantornya, Senin (31/01/17).

Sonny mengatakan, DJKN saat ini sudah mulai berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai rencana pengangkatan BMKT. Kata dia, lembaganya juga akan menghitung keuntungan yang akan diperoleh negara dari pengangkatan BMKT. Pasalnya, untuk mengangkat satu bangkai kapal saja memerlukan biaya sekitar USD 4,5 sampai 6,5 juta atau setara hingga lebih 86 miliar Rupiah. Biaya itu termasuk merekrut arkeolog dan menyewa kapal untuk mengangkutnya dari laut ke daratan.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sonny Loho mengatakan, lembaganya mendukung rencana KKP mengangkat kapal harta karun yang karam di bawah laut. Kini, kata dia, DJKN masih memerlukan waktu untuk menghitung biaya beserta keuntungan dari pengangkatan harta karun tersebut.

"Itu lagi dibahas. Kayaknya ada peraturan mau diubah, sekarang kan tidak boleh dijual, musti diambil buat negara. Tetapi saya belum monitor lagi, karena lead-nya dari sana. Tetapi peraturannya sudah firm jadi belum karena dulu swastanya boleh dapat, tapi sekarang mau diambil pemerintah semua. (Koordinasi dengan DJKN) Sudah,
Kami sih oke, yang penting buat negara. (Bukannya mahal sekali?) Kalau yang diambil lebih banyak? Kami akan melihat cost benefit-nya," kata Sonny

Tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana mengangkat tiga barang muatan kapal tenggelam (BMKT) yang masih berada di dasar laut. Pasalnya, di lautan Indonesia terdapat setidaknya 640 titik BMKT. Sebanyak  322 titik di antaranya berpotensi besar terdapat BMKT.

Pengangkatan kapal harta karun oleh negara itu untuk menghindari pengangkatan secara ilegal oleh masyarakat. Pengangkatan kapal karam oleh pemerintah ini menjadi yang pertama, setelah penutupan arus investasi di sektor pengangkatan barang muatan kapal tenggelam (BMKT), awal tahun lalu.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending