Banyak Kawasan Potensial Wisata NTB 'Blank Spot' Sinyal Ponsel

Kawasan potensial pariwisata yang blank spot diantaranya Pantai Mawun di Lombok Tengah, maupun Kecamatan Semongkat Kabupaten Sumbawa yang merupakan daerah penghasil madu dan kopi.

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 20 Jan 2017 11:48 WIB

Author

Zaenudin Syafari

Banyak Kawasan Potensial Wisata NTB 'Blank Spot' Sinyal Ponsel

Pantai Mawun di Lombok Tengah, NTB. (Foto: lomboktengahkab.go.id)


KBR, Mataram - Sejumlah wilayah potensial wisata di Provinsi NTB masih masuk zona blank spot area, atau belum terjamah sinyak jaringan seluer dan internet.

Kawasan potensial pariwisata yang blank spot diantaranya Pantai Mawun di Lombok Tengah, maupun Kecamatan Semongkat Kabupaten Sumbawa yang merupakan daerah penghasil madu dan kopi.

Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB meminta bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengatasi persoalan blank spot sinyal itu.  

Kepala Dinas Komunikasi Informatika NTB Tri Budi Prayitno mengatakan selain Pantai Mawun dan Semongkat, kecamatan lainnya di NTB juga masih banyak yang blank spot seperti Desa Senawang di Kecamatan Orong Telu dan Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa.

Selanjutnya juga di Kecamatan Brang Rea di Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kecamatan Parado dan Kecamatan Tambora Bagian Timur di Kabupaten Bima.

"Kami sudah menyampaikan bahwa ada beberapa daerah kita yang masuk ke dalam blank spot area yang kemarin kami sampaikan ke Bapak Menteri. Misalnya di Lombok. Ada beberapa daerah yang justru mempunyai potensi wisata, ada daerah pantai Mawun tapi itu ternyata terkategori sebagai daerah yang blank spot. Coba bayangkan itu, kalau turis. Kita saja, misalnya, yang ingin berfoto di situ kurang puas rasanya kalau blank spot, sehingga tidak mungkin bisa di-share ke teman-teman, kata Tri Budi, Jumat (20/1/2017).

Tri Budi mengatakan telah menyampaikan masalah itu ke Menkominfo Rudiantar. Secara lisan, kata Tri, Menteri Rudiantara menyanggupi akan membantu NTB dalam mengatasi wilayah yang masih blank spot ini.

Tri Budi mengatakan dinasnya masih mengalami keterbatasan anggaran karena merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru. Selain itu, sudah ada Perpres 2015 tentang Penanganan 122 wilayah blank spot di Indonesia.

Tri mengatakan akan menelusuri perkembangan pelaksanaan Perpres tersebut, khususnya di NTB.

Ia mengatakan, persoalan blank spot memang berkaitan dengan bisnis penyedia jasa jaringan seluler. Karena  itu Tri akan membangun komunikasi dengan perusahaan penyedia jasa jaringan seluler untuk mengatasi masalah itu.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

What's Up Indonesia

Pertemuan Jokowi-Prabowo Pengaruhi Akar Rumput?