Polisi Harus Jelaskan Penggunaan Anggaran Pengamanan Pemilu

Kepolisian diminta menjelaskan kepada masyarakat soal rencana penggunaan anggaran untuk pengamanan pemilu tahun ini. Itu terkait keinginan Kepolisian meminta tambahan anggaran pengamanan, dari sebelumnya yang diberikan pemerintah sebesar Rp 1 triliun menj

BERITA

Kamis, 30 Jan 2014 08:40 WIB

Author

Dimas Rizky

Polisi Harus Jelaskan Penggunaan Anggaran Pengamanan Pemilu

pemilu, pengamanan, polisi

KBR68h, Jakarta - Kepolisian diminta menjelaskan kepada masyarakat soal rencana penggunaan anggaran untuk pengamanan pemilu tahun ini. Itu terkait keinginan Kepolisian meminta tambahan anggaran pengamanan, dari sebelumnya yang diberikan pemerintah sebesar Rp 1 triliun menjadi Rp1,6 triliun. 


Koordinator LSM Komite Pemilih Indonesia Jerry Sumampow mengatakan seharusnya pengajuan anggaran tak perlu lagi. Menurut dia sudah menjadi tugas dan kewajiban kepolisian untuk menjaga ketertiban di masyarakat dengan alat-alat penunjang yang sudah dimiliki.


"Penjelasan seperti itu menjadi penting. Karena kan rutin sudah punya anggaran. Dan pemilu ini juga, meskipun even yang lain dari kegiatan yang berlangsung di masyarakat, tapi kan ini sudah rutin. Kalaupun ada penambahan anggaran sebesar itu, ya masyarakat harus tahu anggaran ini untuk apa saja. (Misalnya) apakah harus ada anggota polisi di tiap TPS?" ujarnya dalam program Sarapan Pagi KBR.


Sebelumnya Kepolisian meminta anggaran pengamanan pemilu sebesar Rp3,5 triliun rupiah. Namun Kementerian Keuangan hanya menyetujui Rp1 triliun. Kepolisian Indonesia menganggap anggaran itu masih kurang sehingga meminta tambahan dana sekitar Rp 600 miliar. Penambahan anggaran untuk biaya operasional aparat keamanan. Meski begitu jika anggaran itu tak disetujui, Kapolri Sutarman menyatakan bakal mengambil dana dari pos lain di Mabes polri.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10