Bagikan:

Lone Survivor: Patriotisme dan Pengorbanan Marinir AS di Afghanistan

Sebagai pasukan terlatih, Matthew dan rekan-rekannya tidak kehilangan nyali. Mereka sudah ditanamkan dogma, jangan pernah tinggalkan perang. Namun, operasi tersebut terbongkar ketika tiga orang pengembala menemukan posisi mereka.

BERITA

Kamis, 30 Jan 2014 19:48 WIB

Author

Doddy Rosadi

Lone Survivor: Patriotisme dan Pengorbanan Marinir AS di Afghanistan

lone survivor, Ben Foster, Taylor Kitsch, Emilie Hirsch, Mark Whalberg

Pada 2005, Amerika menggelar Operasi Sayap Merah di Afghanistan. Tujuannya menangkap pemimpin Taliban yaitu Ahmad Shah. Empat anggota marinir yaitu Matthew Axelson (Ben Foster), Michael Murphy (Taylor Kitsch), Danny Dietz (Emilie Hirsch) dan Marcus Lutrell (Mark Whalberg) ditugaskan untuk menangkap pemimpin Taliban itu, hidup atau mati.

Berdasarkan info yang didapat, Ahmad mempunyai 20 pengikut dan bersembunyi di balik gunung. Empat marinir tersebut terkejut ketika sudah sampai di dekat lokasi persembunyian Ahmad. Di markas Taliban itu, pasukan yang ada bukan hanya 20 tetapi hampir sama dengan satu pasukan.

Sebagai pasukan terlatih, Matthew dan rekan-rekannya tidak kehilangan nyali. Mereka sudah ditanamkan dogma, jangan pernah tinggalkan perang. Namun, operasi tersebut terbongkar ketika tiga orang pengembala menemukan posisi mereka. Empat marinir tersebut sempat beradu mulut tentang apa yang harus dilakukan terhadap tiga pengembala itu, dibunuh atau dilepaskan. Sesuai konvensi Jenewa, tahanan tidak boleh dibunuh.

Keputusan sudah diambil, tiga orang pengembala itu dilepaskan setelah mereka sudah sampai di puncak bukit. Keputusan yang mungkin akan terus disesali oleh Marcus hingga kini. Karena, empat marinir itu langsung dikepung oleh kelompok Taliban tidak lama setelah tiga penggembala itu dibebaskan.

Di sini lah sutradara Peter Berg memainkan emosi penonton lewat lesakan peluru yang menerjang empat marinir tersebut. Percakapan yang dilakukan oleh prajurit NAVY Seals itu selama menghadapi hamburan peluru dari prajurit Taliban  menggambarkan patriotisme mereka kepada negaranya.

Salah satunya adalah tindakan yang dilakukan Murphy dengan mengabaikan terjangan timah panas dan berusaha mencapai puncak bukit agar bisa melakukan kontak dengan markas pusat.

Pengorbanan yang dilakukan Murphy adalah perwujudan patriotismenya kepada negara, agar tiga rekannya berhasil diselamatkan dari serangan kelompok Taliban. Lewat film yang diangkat dari buku karya Marcus Lutrell ini, kita juga disadarkan bahwa tidak semua warga Afghanistan benci kepada tentara Amerika.

Lone Survivor adalah film yang diangkat dari kisah nyata empat marinir Amerika Serikat dalam menjalankan Operasi Sayap Merah. Dari judulnya, anda mungkin sudah bisa menebak bahwa hanya ada satu orang yang selamat. Sesuai dengan tagline film ini, Live to tell the story, Marcus menuturkan kisahnya saat berjuang untuk tetap hidup.

Lone Survivor adalah film perang yang tidak diisi pidato Presiden AS tentang perang melawan teroris. Sutaradara Peter Berg hanya menggambarkan perjuangan empat marinir dalam menjalankan tugasnya membela negara, meski tugas itu bisa dianggap sebagai sesuatu yang mustahil.

Mereka rela mengorbankan nyawanya karena sudah dilatih dan digembleng oleh negara. Dalam sebuah wawancara dengan salah satu media di Amerika, Marcus Lutrel sempat murka ketika pewawancara mengatakan misi yang mereka lakukan itu sia-sia.

"Jadi anda mengatakan tiga teman saya itu tewas dengan sia-sia? Kami melakukan ini demi negara, jadi jangan pernah bilang bahwa apa yang kami lakukan di sana adalah sesuatu yang sia-sia," kata Marcus.

Memang, ini bukan kali pertama industri film Hollywood membuat film tentang operasi militer tentara Amerika di luar negeri yang gagal. Masih ingat dengan film Black Hawk Down pada tahun 2001? Ketika itu operasi militer di Somalia juga gagal dan menelan korban puluhan jiwa prajurit Amerika.

Sama seperti Black Hawk Down, Lone Survivor adalah ironi dari sikap Amerika yang memosisikan diri sebagai polisi dunia. Sikap yang membuat sejumlah putra terbaik Amerika gugur di medan perang.

Di bagian akhir film, sutradara Peter Berg menampilkan foto para marinir yang tewas dalan operasi Sayap Merah. Foto-foto tersebut, yang menampilkan para marinir bersama istri dan juga anak-anak mereka, sepertinya sudah cukup untuk menggambarkan betapa Amerika Serikat berutang banyak kepada tentara yang ditugaskan di luar negeri demi membela kepentingan Paman Sam di dunia internasional.

Setelah sempat diputar dalan pertunjukan midnight show akhir pekan lalu, Lone Survivor sudah diputar di sejumlah bioskop di Ibu Kota mulai hari ini.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending