Jokowi: Besok, Baliho Liar Caleg dan Parpol Dicopot

KBR68H, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengimbau para calon legislatif atau partai tidak memasang spanduk atau Baliho di sembarang tempat.

BERITA

Rabu, 08 Jan 2014 14:39 WIB

Author

Wiwik Ermawatie

Jokowi: Besok, Baliho Liar Caleg dan Parpol Dicopot

joko widodo, baliho, satpol pp

KBR68H, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengimbau para calon legislatif atau partai tidak memasang spanduk atau Baliho di sembarang tempat.

Politisi PDIP tersebut menghimbau kepada semua pihak khususnya  anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar mencopot spanduk atau baliho liar yang terpasang di wilayah Jakarta mulai besok. Jokowi juga mengimbau agar  anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  tidak pandang bulu dalam mencopot segala spanduk atau baliho liar itu.

"(Sekarang kan musim hujan, banyak juga spanduk caleg yang mengganggu pemandangan?), Ini akan dimulai, mulai besok. (Diapaian pak?), ya dicopot kalau tidak pada tempatnya langsung copot, entah bendera, entah baliho, entah vertikal banner semuanya," kata Jokowi di Balaikota, Rabu (8/1).

KPU melarang calon aggota legislatif (caleg) memasang baliho dan billboard di fasilitas publik. Selain itu, KPU juga hanya mengizinkan baliho di satu zonasi. Cakupan zonasi ditetapkan pemerintah daerah. Zonasi dapat ditetapkan sesuai wilayah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, bahkan ruas jalan.

April mendatang masyarakat Indonesia bakal memilih Calon Legislatif (Caleg) untuk anggota DPR, DPD dan DPRD. Namun banyak spanduk atau baliho liar yang tertempel khususnya di Jakarta. Wajah Joko Widodo pun ikut terpajang dalam spanduk atau baliho para caleg tersebut.

Editor: Doddy Rosadi




Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Hakim Diminta Dalami Kesaksian Pelajar Korban Penyiksaan Polisi

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Omnibus Law untuk Siapa?