Masih layak Jakarta sebagai ibu kota?

Banjir yang mengepung Jakarta kembali memunculkan wacana untuk memindahkan ibukota ke tempat lain.

BERITA

Selasa, 22 Jan 2013 16:42 WIB

Author

Antonius Eko

Masih layak Jakarta sebagai ibu kota?

pemindahan, jakarta, ibu kota

KBR68H, Jakarta -
Banjir yang mengepung Jakarta kembali memunculkan wacana untuk memindahkan ibukota ke tempat lain.  Jakarta memang sudah sarat oleh beban urbanisasi. Jumlah penduduk yang semakin banyak berdampak pada daya dukung lingkungan dan masalah sosial. 


Pengamat kebijakan Publik dan Pemerintahan Universitas Indonesia Andrinof Chaniago menilai wilayah yang dirasa cocok menggantikan Jakarta adalah kalimantan, karena relatif aman dari bencana alam dan masih luas. Berikut penjelasan Andrinof Chaniago kepada KBR68H. 


Masih layak Jakarta sebagai ibu kota?


Kalau ukuran layak jauh dari layak bagi kebanyakan orang, kalau bagi kalangan atas tidak ada masalah dia bisa tinggal di tempat-tempat pusat kota, apartemen dengan segala macam fasilitas. Tapi bagi yang menengah ke bawah sangat besar pengorbanan masyarakat. Karena itu Jakarta ya memang harus ditata, tetapi untuk menatanya itu bebannya harus dikurangi, tidak cukup hanya menata untuk memperbaiki kualitasnya membuat menjadi layak, karena kekuatannya menekan akan terus datang. 


Beban itu maksudnya apa?


Urbanisasi. Konsentrasi penduduk dari berbagai daerah ke sekitar Jakarta, pertambahan penduduk yang tinggi itu tentu konsekuensinya banyak hal seperti daya dukung lingkungan, ketersediaan sumber air, masalah sosial, fasilitas publik yang harus dikejar. Sebagai ilustrasi pertumbuhan penduduk di Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi itu sekarang 4,5 persen per tahun, tiga kali lipat pertumbuhan penduduk nasional. Itu mencerminkan bahwa tingkat urbanisasi ke Jakarta atau pinggiran Jakarta tinggi sekali yang mengepung kota Jakarta. Nanti mereka yang menumpuk di pinggiran sebagian besar aktivitasnya ke tengah kota, itulah yang menyebabkan tekanan permintaan fasilitas, transportasi, termasuk juga cadangan air di tengah kota. Kenapa terjadi penurunan permukaan tanah, karena air tanah ini disedot untuk aktivitas yang ada di tengah kota dengan berbagai macam fasilitas. 


Ada usulan yang mengatakan ibu kota tidak perlu pindah tapi yang perlu pindah adalah pusat industri dan sebagainya. Apakah ini merupakan solusi yang baik?


Dari segi kemudahan efektifitas yang mudah dipindahkan itu ada di tangan pemerintah atau negara. Kalau pusat bisnis itu yang mengatur mekanisme pasar, kalau pusat bisnis dipindahkan tetap juga yang harus disediakan daya tarik bisnis. Tapi kalau pusat pemerintah tinggal perintahkan, bangun fasilitas bangunan pemerintahan otomatis ratusan ribu pegawai negeri ke sana. 


Bisnis juga mengikuti secara otomatis?


Bisnis sekedar melayani kebutuhan kota itu, bukan pusat bisnis untuk melayani berbagai daerah atau luar negeri. Kalau seperti pusat bisnis Glodok atau Tanah Abang itu bukan hanya melayani warga kota Jakarta, dia melayani pelanggan dari berbagai daerah dan berbagai negara, yang seperti itu tidak mudah memindahkannya. Makanya yang lebih realistis dipindahkan dari kota Jakarta adalah fungsi dia sebagai pusat pemerintahan, kalau sebagai ibu kota negara atau simbol tidak apa-apa diam saja di sini, istana tetap ada, untuk acara-acara kenegaraan sekali setahun bisa dilakukan tetap di Jakarta. Tapi aktivitas pemerintahan sehari-hari itu sangat strategis kalau dipindahkan ke tempat lain dan akan memberikan banyak manfaat, memudahkan untuk menata kota Jakarta karena tekanan beban terhadap kota Jakarta jadi berkurang. Saya tegas merekomendasikan pemindahan pusat pemerintahan ke Kalimantan, kalau soal kotanya atau titiknya itu perlu kita kaji lagi secara ilmiah dan objektif. 


Kenapa Kalimantan?


Pertama di tengah-tengah, kemudian relatif aman dari ancaman gempa, wilayahnya sangat luas, lahan kosong menganggur ada 12 juta hektar bukan hutan, bukan padat penduduk. Artinya biaya pengadaan relatif murah, bahkan banyak pemerintahan daerah di Kalimantan langsung menawarkan gratis. Cuma soal teknisnya tentu harus disiasati, jangan sampai heboh-heboh mengkapling tanah itu, harus diam-diam supaya tidak dikerubuti oleh spekulan di daerah-daerah sekitar.


Kalau jadi dipindahkan butuh berapa lama?


Paling lama sepuluh tahun. Tetapi kalau tidak dilakukan sama sekali ya kita akan hancur-hancuran di Jakarta ini, daya dukung Pulau Jawa ini bukan hanya Jakarta saja sudah terbatas, kelangkaan air di musim kemarau, banjir di musim hujan. 


Syarat-syarat utama sebuah ibu kota negara apa saja?


Ada pertimbangan arti strategis bagi negara itu. Fungsinya untuk akselerasi, menyejahterakan, menyebarkan pertumbuhan.                        

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15