Share This

Kelompok Teroris Abu Uswah Sudah Berlatih Setahun Racik Bom

Kelompok teroris Abu Uswah di Makassar, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat sudah berlatih membuat bom selama setahun.

NASIONAL

Kamis, 10 Jan 2013 19:07 WIB

teroris, abu uswah

 KBR68H, Jakarta - Kelompok teroris Abu Uswah di Makassar, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat sudah berlatih membuat bom selama setahun. Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Boy Rafli Amar mengatakan, kelompok teroris itu menyasar tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan kantor polisi sebagai target ledakan bom. Mereka juga diduga terlibat dalam rangkaian teror di Sulawesi Selatan dan penembakan tiga anggota brimob di Desa Tambaran, Poso Pesisir. Keterangan ini, kata Boy, hasil dari pemeriksaan para tersangka teroris.

“Berdasarkan dari pemeriksaan berjalan, yang mereka nyatakan terindikasi target rumah ibadah,kantor pemerintah daerah,dan kantor polisi di Kabupaten Toraja. Sedangkan di wilayah bima terkait dengan lokasi hotel yang biasa dihuni para wisatawan.” jelas Boy Rafli Amar

Sebelumnya, Abu Uswah dan Hasan ditembak mati Densus 88 di halaman Masjid Nurul Afiat di Makassar, Sulawesi Selatan. Dari kedua pelaku, polisi menemukan granat aktif dan senjata api. Kemudian di hari yang sama, tim Densus menangkap Thamrin dan Arbain, serta berlanjut ke Syarifudin dan Fadli. Mereka kelompok Abu Uswah. Polisi juga menyita tiga pucuk senjata api dari mereka.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.