Kerusakan Alam Disinyalir Sebabkan Turunnya Kunjungan Turis Asing ke Tanjung Puting

Jumlah kunjungan turis asing tercatat hanya sebanyak 1.979 orang. Lebih sedikit dibandingkan jumlah kunjungan turis Mei 2014 lalu yang mencapai 3.001 kunjungan.

BERITA | NUSANTARA | NASIONAL

Kamis, 04 Jun 2015 17:25 WIB

Author

Alex Gunawan

Rumah orangutan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Foto:Anta

Rumah orangutan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Foto: Antara

KBR, Kumai - Jumlah kunjungan turis asing ke rumah orangutan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tahun ini tercatat turu. Data yang dirilis Balai TNTP menyebutkan, sampai dengan pekan kedua Mei lalu, jumlah kunjungan turis asing tercatat hanya sebanyak 1.979 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan jumlah kunjungan turis Mei 2014 lalu yang mencapai 3.001 kunjungan.

Ninayanti, salah seorang pemandu wisata (guide) TNTP menduga sepinya kunjungan turis ini dampak dari dinamika hubungan internasional Indonesia. Salah satunya, hukuman mati yang diberlakukan pemerintah Indonesia pada Duo Bali Nine. Namun hal ini dibantah Direktur PT Borneo Hijau Travel Ahmad Yani, pasalnya turis asing biasanya sudah menyiapkan planning jauh-jauh hari sebelum melakukan perjalanan. Penurunan kunjungan ini justru lebih disebabkan karena kerusakan alam yang terjadi di sekitar kawasan TNTP.

"Penurunan ini sejak Maret-April mulai tampak penurunan wisatawan yang masuk ke TNTP ini. Perbandingan dengan tahun kemarin sangat jauh kemarin, bukan karena dampak kenaikan PNBP, kalau kebijakan soal hukuman mati, (mungkin tidak) kemarin tamu saya Australia juga ada datang sebab di dalam teknik guiding kita tidak boleh berbicara masalah politik," kata Yani kepada KBR di Kumai, Kamis (4/6/2015). 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18