Kibarkan Bendera Bintang Kejora di GOR Cenderawasih, 8 Pemuda Ditangkap

Mereka yang ditangkap berinisial FK, SK, MK, MY, YM, BA, MP, dan MF.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 02 Des 2021 12:34 WIB

Kibarkan Bintang Kejora di Samping Mapolda Papua, Delapan Pemuda Ditangkap

Ilustrasi pengibaran bendera Bintang Kejora.

KBR, Jayapura- Sejumlah pemuda ditangkap Kepolisian Daerah Papua, Rabu, 1 Desember 2021. Juru bicara Polda Papua, Ahmad Mustofa Kamal mengatakan delapan pemuda itu ditangkap usai mengibarkan bendera Bintang Kejora di halaman Gedung Olahraga Cenderawasih, Kota Jayapura. Mereka yang ditangkap berinisial FK, SK, MK, MY, YM, BA, MP, dan MF.

"Delapan pemuda ditangkap oleh anggota Polda Papua pascamelakukan pengibaran bendera di GOR Cenderawasih. Melakukan pengibaran bendera Bintang Kejora. Saat itu juga rekan-rekan kami yang melakukan pengamanan di mapolda langsung mengamankan dan saat ini dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Ahmad Mustofa Kamal, Kamis, (2/12/2021).

Baca juga:

Konflik Papua, Panglima Tekankan Komunikasi Sosial

Simbol kemerdekaan Papua Barat tersebut dikibarkan di tiang bendera di halaman Gedung Olahraga Cenderawasih, Kota Jayapura, berseberangan dengan Markas Polda Papua.

Pengibaran bendera dilakukan bertepatan dengan peringatan 1 Desember, yang selama ini dianggap sebagian pihak sebagai hari kemerdekaan Papua Barat.

Juru bicara Polda Papua, Ahmad Mustofa Kamal mengatakan bendera itu diturunkan oleh anggota Sat Intelkam Polresta Jayapura Kota.

Kini delapan pemuda tersebut ditahan dan diperiksa di Mapolda Papua, untuk mengetahui alasan mereka mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi