Bagikan:

Warga Sorong Mulai Terserang Penyakit dan Kekurangan Air Bersih Akibat Banjir

Salah satu daerah yang warganya mulai terserang penyakit dan kekurangan air bersih adalah Kelurahan Kladufuk, Distrik Sorong Timur.

NUSANTARA

Senin, 29 Agus 2022 21:31 WIB

Warga Sorong Mulai Terserang Penyakit dan Kekurangan Air Bersih Akibat Banjir

Ilustrasi: Banjir di Kota Sorong, Papua Barat. Foto: ANTARA

KBR, Jayapura- Warga di sejumlah lokasi di Kota Sorong, Papua Barat, mulai terserang berbagai penyakit dan kekurangan air bersih. Kondisi itu terjadi setelah banjir setinggi dada orang dewasa melanda di sana pada awal pekan lalu.

Salah satu daerah yang warganya mulai terserang penyakit dan kekurangan air bersih adalah Kelurahan Kladufuk, Distrik Sorong Timur.

Ketua RT01/RW02 Kelurahan Kladufuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Agus Waromi mengatakan sebagian besar yang terserang penyakit di sana adalah anak-anak.

"Masyarakat sangat membutuhkan air bersih untuk cuci pakaian, air bersih untuk minum, masak dan lain sebagainya. Anak-anak kampung sini, anak-anak banyak yang beringus, batuk tapi sementara belum ada dinas kesehatan yang turun untuk melihat anak-anak," kata Agus Waromi, Senin, (29/8/2022).

Baca juga:

Menurutnya, warga juga kesal kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Sorong, karena bantuan bahan makanan dan peralatan masak terlambat disalurkan kepada warga.

"Jalan empat hari baru dari BPBD kasih sembako. Sembako pun tidak mencukupi warga masyarakat yang kena dampak," kata Agus Waromi, Senin, (29/8/2022).

Ketua RT01/RW02 Kelurahan Kladufuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Agus Waromi menambahkan, hingga kini sebagian besar warga di sana masih berada di pasar tradisional yang dijadikan posko pengungsian sementara.

Kata dia, warga belum kembali, sebab lumpur yang ada di rumah-rumah mereka masih belum dibersihkan. Selain itu, ada rumah-rumah yang rusak akibat banjir, dan sebagian besar peralatannya hanyut terbawa air.

Warga berharap pemerintah daerah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah banjir. Antara lain menormalisasi sungai di permukiman, dan membangun talud atau dinding penahan tanah di pinggir sungai. Upaya-upaya itu diharapkan mampu mencegah air meluap ke permukiman warga saat hujan.

Menurut Agus, banjir diduga terjadi akibat pembangunan perumahan di sejumlah wilayah resapan dan aliran air menuju muara selama beberapa tahun terakhir.

Warga khawatir, apabila situasi ini tidak ditindaklanjuti akan berdampak pada masyarakat sekitar setiap hujan turun.


Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending