covid-19

Ecoton: Jutaan Ton Sampah Plastik Masuk ke Laut Setiap Tahun

Pulau Jawa menjadi wilayah yang tercatat paling banyak menghasilkan sampah plastik.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 26 Agus 2021 16:18 WIB

Relawan membersihkan sampah di sungai

Relawan Ecoton saat membersihkan Sungai Dor, anak sungai Brantas di Kecamatan Megaluh, Jombang, Kamis, )26/8/2021). Foto: KBR/Muji Lestari

KBR, Jombang- Jutaan ton sampah plastik masuk ke lautan setiap tahun. Fakta ini disampaikan lembaga kajian ekologi dan konservasi lahan basah, Ecoton, usai membersihkan sampah plastik di Sungai Dor, anak Sungai Brantas di Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, Kamis, (26/8/2021).

Direktur Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan Pulau Jawa menjadi wilayah yang tercatat paling banyak menghasilkan sampah plastik.

Ia mencontohkan di Kali Dor Jombang. Selama dua minggu terakhir, Prigi bersama timnya berhasil mengangkat 250 kilogram sampah plastik yang menumpuk di aliran sungai.

Selain popok bayi, sampah yang paling banyak ditemukan adalah botol air mineral.

"Se-Indonesia, di Jawa terutama. Catatan kami setiap tahun ada 8 juta ton sampah plastik, 3 juta ton bisa diolah, yang lima juta ton ini yang tidak terkelola, ada yang dibuang, ditimbun, dibakar dan 2,6 juta ton ini yang dibuang ke sungai," ungkap Prigi.

Baca juga: Sengkarut Persoalan Limbah B3 Medis di Masa Pandemi

Minimnya Pelayanan Daerah

Kata dia, banyaknya sampah plastik ini disebabkan minimnya pelayanan yang diberikan pemerintah daerah. Sebab, sejauh ini hanya sekitar 15 persen saja layanan yang bisa dinikmati masyarakat.

Sisanya, hampir sebagian besar masyarakat masih memiliki kesadaran yang minim dengan membuangnya ke sungai. Dia berharap, daerah bisa melayani masyarakat dalam pengelolaan sampah. Sehingga akan mampu mengurangi kebiasan membuang sampah sembarangan di aliran sungai.

"Yang 85 persen membuang warga di Jombang itu membuang sampahnya itu di sungai, salah satunya temuan kami yang kita angkat di Ploso, Kudu, Sungai Marmoyo. Memang kita temukan banyak sekali sampah di sungai dan memang larinya itu yang menjadi perhatian kita larinya ke Brantas. Yang membuang sampah itu orang di Jombang tapi dampaknya ke semua se-dunia karena larinya ke laut," tandasnya.

Baca juga: A New Zero Waste Capital City

Bersurat ke Kepala Daerah

Prigi mengaku sudah mengirimkan surat kepada seluruh bupati di sepanjang aliran sungai Brantas. Surat itu berisi ajakan dan dorongan agar setiap pemda segera membuat kebijakan terkait pelarangan penggunaan plastik sekali pakai.

Ini menjadi salah satu upaya Ecoton mengubah pola pikir masyarakat, sehingga bisa berdampak pada berkurangnya warga yang membuang sampah di sungai.

Kata dia, beberapa kabupaten sudah memberikan respons. Bahkan, ada salah satu daerah yang telah membuat kebijakan soal pengurangan sampah plastik dan membetuk relawan sungai.

"Seperti kresek, sedotan, popok, karena yang penting itu regulasinya. Selama aturan belum dibuat, maka sampah masih akan dibuang di sungai," tuturnya.

"Gresik sudah sekarang masih dikonsultasikan ke bagian hukum pemprov, Malang, Mojokerto dan Surabaya juga sudah memberikan respons," imbuhnya.

Baca juga: Naked Inc, Inisiatif Belanja Bebas Sampah

Sarana Angkutan Sampah

Prigi mengakui aktivitasnya ini memang membutuhkan anggaran cukup besar. Meski tak kekurangan jumlah relawan, timnya belum memiliki sarana untuk mengangkut sampah yang mereka bersihkan dari sungai menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Pemerintah yang penting mau ambil, selama ini kan kita bendung kita angkut, kami butuh pengangkut dari muara sungai menuju TPA," pungkasnya.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7