Bagikan:

Penembakan Tukang Ojek di Papua, Diduga Kelompok Goliat

Kepolisian perlu penyelidikan mendalam untuk membuktikan dugaan tersebut.

NUSANTARA

Rabu, 13 Apr 2022 16:43 WIB

Penembakan Tukang Ojek di Papua, Diduga Kelompok Goliat

Ilustrasi: pasukan gabungan TNI Polri membantu meredam bentrok antarwarga di Kabupaten Jayawijaya. (Foto: ANTARA Papua/HO Pendam XVII/Cenderawasih)

KBR, Jayapura- Kepolisian Daerah (Polda) Papua menduga pelaku penembakan di Kabupaten Puncak Jaya, Papua adalah kelompok bersenjata pimpinan Goliat Tabuni.

Dugaan itu berdasarkan berbagai kejadian di Puncak Jaya selama ini. Sebab wilayah itu merupakan basis kelompok bersenjata pimpinan Goliat Tabuni. Namun, kepolisian perlu penyelidikan mendalam untuk membuktikan dugaan tersebut.

Juru bicara Polda Papua, Ahmad Mustofa Kamal mengatakan penyelidikan dan pengumpulan berbagai bukti diperlukan untuk memastikan siapa kelompok pelaku.

Baca juga:

"[Namun pelaku] masih kita dalami, masih lidik. Masih perlu dikumpulkan keterangan keterangan dan bukti lain untuk menguatkan dari kelompok siapa yang melakukan kekerasan di Puncak Jaya. Memang Kabupaten Puncak Jaya ini sudah cukup lama kondusif sekali, dan kita dikejutkan peristiwa penembakan terhadap tukang ojek," kata Ahmad Mustofa Kamal, Rabu, (13/4/2022).

Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan, penembakan terhadap dua tukang ojek terjadi di Kampung Lumbuk, Distrik Tinggi Nambut, Puncak Jaya pada Selasa pagi, 12 April 2022.

Korban tewas bernama Soleno Lolo, ditembak di rusuk sebelah kanan. Sementara korban kritis, bernama Sauku ditembak di bagian kepala. Kedua korban ditembak saat berkendara dalam perjalanan pulang usai mengantar penumpang.

Baca juga:

Sementara itu, Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri mengatakan kelompok bersenjata pimpinan Goliat Tabuni telah pindah ke Kabupaten Puncak dan Mimika sejak 2012. Akan tetapi, diduga masih ada bagian dari kelompok ini yang bertahan di wilayah Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya.

"Kami menduga pelaku dari kelompoknya Goliat Tabuni yang tidak ikut pindah ke Puncak dan Mimika. Kecil kemungkinan aksi itu dilakukan kelompok kriminal bersenjata dari wilayah lain " kata Mathius D Fakhiri.

Kapolda Papua mengaku telah memerintahkan kapolres Puncak Jaya, segera berkomunikasi dengan bupati setempat, untuk mencari tahu pemicu penembakan. Sebab, sejak beberapa tahun terakhir tak pernah ada aksi kekerasan di wilayah Puncak Jaya.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih