Bagikan:

Banjir Pantura, Rugikan Pertanian Puluhan Miliar

"Banjir itu yang paling parah di awal tahun, dari catatan kami kerugian ada Rp 22 Miliar terutama yang di daerah pantura."

NUSANTARA

Selasa, 10 Jan 2023 11:31 WIB

Author

Anindya Putri

Banjir pantura

Banjir pantura, foto udara areal persawahan di Desa Prampelan, Kabupaten Demak, Jateng, Selasa (03/01/23).(Antara/Aji Styawan)

KBR, Semarang-  Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah menyebut sejumlah areal persawahan di pesisir utara Jawa Tengah, mengalami kerugian akibat banjir mencapai Rp22 Miliar.

Kepala Distanbun Jateng, Supriyanto mengungkapkan areal persawahan yang terendam banjir mencapai 
16 ribu hektare di 11 Kabupaten dan kota Jawa Tengah.

"Banjir itu yang paling parah di awal tahun, dari catatan kami kerugian ada Rp 22 Miliar terutama yang di daerah pantura. Kalau di luar pantura tidak ada keluhan, kerugian itu tercatat setelah tiga hari kejadian. Kalau setelah tiga hari tanaman itu mati diumur tertentu yakni diumur generatif yang mau menghasilkan biji," ungkap Supriyanto di Semarang, Selasa (10/01/23).

Supriyant mengatakan, banjir yang merendam wilayah pesisir utara Jawa Tengah terjadi pada akhir Desember 2022 hingga awal Januari 2023 kemarin.

"Banjir itukan akibat hujan deras dan cuaca ekstrem kemarin," katanya.

Baca juga:

- Ganjar Kirim Kapal Pelni Jemput Wisatawan Terjebak di Karimunjawa

- Banjir Semarang Akibat Maraknya Alih Fungsi Lahan

Ia menjelaskan,dari belasan ribu hektare sawah yang terendam, terdapat 754 hektare sawah yang telah mengalami gagal panen yakni di Kabupaten Pati seluas 653 hektar dan Kudus 101 hektar areal persawahan.

"Dari 11 daerah ada 2 Kabupaten yang sudah puso," jelasnya.

Supriyanto meminta kepada para petani untuk meningkatkan serapan produksi panen dan mengantisipasi puso dampak dari banjir yang terjadi kemarin.

"Maret akan ada musim tanam lagi , semoga dari banjir kemarin kami bisa melakukan antisipasi agar tidak ada lagi puso," imbuhnya.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Episode 3: Mengapa Bisa Terjadi Kekerasan Seksual di Pesantren?

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending