Gunung Rinjani Dibuka Kembali 2020

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Sudiyono kondisi Rinjani belum aman untuk dibuka lebih cepat karena longsor di beberapa jalur pendakian.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 19 Okt 2018 13:16 WIB

Author

Iriene Natalia

Gunung Rinjani Dibuka Kembali 2020

Puncak Gunung Rinjani. (FOTO : ANTARA)

KBR, Jakarta - Anda pecinta alam atau pendaki gunung? Belum lengkap rasanya jika belum merasakan sensasi mendaki di gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia, Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Untuk menuju Gunung Rinjani, ada tiga jalur pendakian resmi yaitu Sembalun, Senaru, dan Torean. Sayangnya, sejak bencana gempa bumi melanda NTB dan sekitarnya pada akhir Juli 2018 lalu, ketiga jalur tersebut terpaksa ditutup.

Kabar baiknya, jalur pendakian resmi ke Gunung Rinjani dibuka kembali pada 2020. 

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Sudiyono kondisi Rinjani belum aman untuk dibuka lebih cepat karena longsor di beberapa jalur pendakian, seperti jalur Sembalun dan Torean yang putus sama sekali. Oleh karena itu, timnya masih mencarikan jalur bagi wisata alternatif sembari menunggu pulihnya kembali ketiga jalur pendakian resmi tersebut.

"Jalur (yang dibuka) 2020 itu jalur ke arah Segara Anak lewat jalur Torean, Sembalun, Senaru. Kenapa 2020? Karena tahun ini kita tidak bisa ngapa-ngapain ya, nunggu stabilnya tanah. Kalau nanti turun hujan kan selesai sekitar Mei-Juni 2019. Baru itu kita bisa hitung anggarannya," lanjut Sudiyono kepada KBR, Kamis (18/10/2018).

"Turunnya (anggaran) ya 2020 baru pelaksanaan pembangunan. Paling cepat normal kembali bulan September 2020, baru bisa buka," tambahnya.

Lalu, bagaimana nasib para pelaku wisata di sekitarnya?

Untuk memberikan alternatif bagi para pelaku wisata Rinjani yang menggantungkan mata pencaharian dari pendakian Rinjani, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) telah menyurvei jalur wisata alternatif dengan melibatkan pihak terkait mulai 15 Oktober lalu 2018. Tim survei terdiri dari gabungan TNGR, Polri, TNI, hingga pelaku wisata di Gunung Rinjani. 

Selain itu, Sudiyono menambahkan para pelaku usaha wisata setempat turut dilibatkan dalam survei. TNGR kini mengupayakan wisata alternatif sambil menunggu proses pembukaan kembali wisata Gunung Rinjani.

"Kami libatkan perwakilan dari pelaku wisata, guide, porter juga sehingga mereka paham betul kondisi di lapangan dan berpikir untuk melakukan pendakian seperti sebelum gempa."

Sebelumnya, tim gabungan sudah menyurvei tiga jalur, yakni Sembalun, Senaru dan Torean pada 3-5 Oktober 2018 lalu.

"Kami masih bentuk tim lagi. Mudah-mudahan bulan ini kita bisa tetapkan jalurnya baru kita coba bangun jalannya," pungkas Sudiyono.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Presiden Didesak Keluarkan Perppu untuk Batalkan UU KPK

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 14-20 September 2019

Bangun Sinergi Selamatkan Badak