Bagikan:

Tangani Wabah PMK Hewan Ternak, Kementan Alokasikan Rp180,78 Miliar

"Realokasi anggaran sebesar Rp180,78 miliar untuk penanganan PMK yang dirinci dari relokasi internal Dirjen PKH sebesar Rp80,75 miliar dan sisanya dari sumber eksternal lain sebesar Rp100 miliar"

NASIONAL

Senin, 13 Jun 2022 13:33 WIB

Tangani Wabah PMK Hewan Ternak, Kementan Alokasikan Rp180,78 Miliar

Ilustrasi hewan ternak yang mati akibat penyakit mulut dan kuku. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan Rp180,78 miliar, untuk penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, alokasi anggaran itu diambil dari realokasi internal dan eksternal Kementan tahun 2022.

"Untuk pelaksanaan kegiatan di lapangan, maka telah dirancang usul realokasi anggaran sebesar Rp180,78 miliar untuk penanganan PMK yang dirinci dari relokasi internal Dirjen PKH sebesar Rp80,75 miliar dan sisanya dari sumber eksternal eselon I lainnya sebesar Rp100 miliar," katanya saat Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Senin (13/6/2022).

Menurut Syahrul Yasin Limpo, anggaran itu akan digunakan untuk sejumlah program penanganan dan pencegahan wabah PMK di lapangan.

"Program itu antara lain, vaksinasi hewan ternak sebanyak 3 juta dosis, logistik dan penyimpanan vaksin atau rantai dingin, operasional vaksinasi dan obat-obatan, disinfektan hingga pengambilan sampel PMK," ungkapnya.

Siapkan Penyimpanan Khusus untuk Vaksin PMK

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan, Kementan, Nuryani Zainuddin mengatakan, rantai dingin atau cold chain vaksin untuk penanganan wabah penyakit mulut dan kuku memerlukan tempat penyimpanan khusus atau cold box.

Kementan, kata dia, baru memesan cold box untuk menyimpan 3 juta dosis vaksin impor, karena vaksin harus disimpan dalam suhu dua sampai delapan derajat celcius, saat didistribusikan ke provinsi yang terjangkit PMK.

"Itu yang nanti kami akan meminta juga terkait dengan cold box, yang memang sudah suhunya terjaga. Jadi bukan cold box yang kita beli di supermarket, tapi memang cold box khusus seperti membawa vaksin COVID-19 seperti vaksin itu bisa terjaga suhunya. Sehingga vaksin itu cold chain-nya bisa terjaga, ya kami sudah mengajukan," ungkap Nuryani di agenda yang sama.

Sedangkan untuk alat penunjang penanganan lain seperti disinfektan, lanjut Nuryani, Indonesia mendapat bantuan dari Badan Pangan Dunia atau FAO sebanyak 900 ribu kilogram yang dikirim bersamaan dengan beberapa alat pelindung diri (APD) yang telah diserahterimakan kemarin.

Baca juga:

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan, impor vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 3 juta dosis akan tiba di Indonesia pekan ini.  Kata dia, vaksin untuk hewan ternak itu diimpor dari berbagai negara.

"Vaksin hanya akan diberikan kepada hewan ternak yang sehat dan berada di wilayah terpapar PMK. Dengan kata lain, hewan ternak yang sudah terinfeksi PMK tak akan disuntik vaksin. Hewan hanya akan disuntik satu dosis vaksin dan enam bulan kemudian akan kembali disuntik booster," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah mencatat lebih dari 130 ribuan hewan ternak di 18 provinsi dan 177 kabupaten/kota terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Jawa Timur menjadi daerah dengan kasus terbanyak mencapai lebih dari 47 ribuan hewan yang terinfeksi PMK.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending