Bagikan:

Pembangunan IKN Tak Akan Sentuh 2 Kawasan Hutan Lindung di Kaltim

Akan ada perubahan dari yang sebelumnya kawasan tertentu seperti hutan produksi atau hutan taman industri (HTI) menjadi kawasan Ibu Kota Negara Nusantara.

NASIONAL

Kamis, 24 Feb 2022 15:09 WIB

IKN

Suasana kawasan lokasi ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Minggu (6/2/2022). (Foto: ANTARA/Bayu Pratama)

KBR, Balikpapan – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor memastikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tidak akan menyentuh dua hutan lindung yang berdekatan.

Isran mengatakan, Taman Huran Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang terletak di Kabupaten Kutai Kertanegara dan Hutan Lindung Sungai Wain yang terletak di Kota Balikpapan tetap akan terjaga.

Menurutnya, saat ini batas-batas wilayah dari Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara yang akan menjadi bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara sedang disusun.

Namun, kata dia, akan ada perubahan dari yang sebelumnya kawasan tertentu seperti hutan produksi atau hutan taman industri (HTI) menjadi kawasan Ibu Kota Negara Nusantara.

Baca juga:


Isran memastikan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara Nusantara dimulai tahun ini, setelah Undang-undang tentang Ibu Kota Negara disahkan dan keluar peraturan turunannya.

“Sedang dalam desain. Jadi masih di desain tata batasnya segala macam. Tapi kalau namanya kawasan inti (pusat pemerintahan) itu harus jalan (pembangunannya) tahun ini. Kawasan yang biasa digunakan untuk kepentingan tertentu, misalnya, bisa saja berubah. Tahura nggak bisa berubah, itu tetap. Itu dipelihara. Kan itu nyambung dengan Hutan Lindung Sungai Wain. Di situ ada bekantan, ada orangutan, ada beruang madu," kata Isran Noor, Kamis (24/2/2022).

Isran Noor menambahkan, Ibu Kota Negara Nusantara tidak akan masuk dalam otoritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Kabupaten Kutai Kertanegara.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio