Bagikan:

Asupan Protein Hewani Rendah, Picu Stunting

Namun berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022, konsumsi protein per kapita belum mencapai standar, dan cukup rendah untuk protein hewani.

NASIONAL

Jumat, 20 Jan 2023 20:37 WIB

Stunting

Ilustrasi anak stunting atau kerdil akibat kurang gizi. (Foto: ANTARA/HO-Istimewa)

KBR, Jakarta - Pelaksana Tugas Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan, Ni Made Diah Permata Laksmi menyebut, dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 2023, stunting atau tengkes masih menjadi perhatian penting dari pemerintah.

Kata dia, stunting sebetulnya bisa dicegah dengan mengonsumsi protein hewani. Namun berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022, konsumsi protein per kapita belum mencapai standar, dan cukup rendah untuk protein hewani.

"Terdapat bukti bahwa stunting itu berhubungan kuat dengan konsumsi dari protein hewani, ini menunjukkan protein hewani yang berasal dari produk susu, kemudian berasal dari telur, berasal dari daging, dan ikan, ini mempunyai korelasi dalam mencegah stunting," kata Diah dalam peringatan Hari Gizi Nasional, Jumat (20/01/2023).

Oleh karena itu, kata Diah, pemenuhan protein hewani untuk mencegah stunting menjadi tema dalam HGN ke-63 pada tahun ini.

Diah menyampaikan, tujuan penyelenggaraan HGN 2023 yakni meningkatkan komitmen dan kerja sama antara pemerintah baik sektor kesehatan maupun non kesehatan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta swasta dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Diah menambahkan, pentingnya penyebarluasan informasi dan promosi kepada masyarakat tentang pentingnya protein hewani dalam rangka mencegah stunting.

Selain itu, perlu meningkatkan peran semua pihak dalam kampanye percepatan penurunan stunting sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Baca juga:

- Fokus APBN 2023, Jokowi: Penurunan Stunting, Kemiskinan Ekstrem, Pangan

- Pemerintah Klaim Prevalensi Stunting Turun

Diah juga mengatakan, peringatan HGN merupakan momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi melalui gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan.

Menurutnya, hal ini harus dilakukan sehingga dapat turut mendorong pencapaian RPJMN bidang kesehatan.

Sebelumnya, pemerintah mengklaim, angka stunting berhasil diturunkan dari 30% pada 2018 menjadi 24% di tahun 2021. Targetnya, angka stunting menjadi 14% pada 2024 nanti.

Editor: Fadli

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Episode 3: Mengapa Bisa Terjadi Kekerasan Seksual di Pesantren?

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending