Bagikan:

Lawan Impunitas, KontraS Kecam Penunjukkan Bekas Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya

Pemerintah juga dianggap melanggengkan impunitas dengan membiarkan pelaku pelanggaran HAM mengisi posisi jabatan strategis.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 07 Jan 2022 19:20 WIB

Penunjukkan eks-tim mawar sebagai Pangdam Jaya

Ilustrasi: Lawan impunitas, aksi tabur bunga saat peringatan 23 tahun Tragedi Semanggi di Kampus Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (13/11/2021). (Antara/Hafidz)

KBR, Jakarta - LSM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam penunjukan sejumlah aktor pelanggar HAM sebagai pejabat di pemerintahan maupun militer. Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti menjelaskan, penunjukan itu dilakukan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai bentuk balas budi semata, tanpa mempertimbangkan rekam jejak yang bersangkutan.

Pemerintah juga dianggap melanggengkan impunitas dengan membiarkan pelaku pelanggaran HAM mengisi posisi jabatan strategis.

Baca juga:

"Saya melihat sebetulnya penempatan posisi posisi terhadap eks anggota tim mawar ataupun aktor-aktor pelanggaran HAM berarti lainnya itu adalah semata-mata sebagai bentuk balas budi tanpa melihat pentingnya rekam jejak dalam pengisian posisi-posisi tersebut, sehingga tidak mengindahkan sama sekali terkait sejarah yang sebetulnya harus diselesaikan oleh pemerintah terkait penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu," ujar Fatia dalam Diskusi daring "Impunitas Berjaya di Era Joko Widodo: Dulu Menculik, Sekarang Dilantik," Jumat (7/1/2022).

Baca juga:

Sebelumnya, Panglima TNI Andika Perkasa memberikan promosi jabatan kepada Untung Budiharto sebagai Panglima Kodam (Pangdam) Jaya menggantikan Mulyo Aji.  Untung pernah menjadi anggota Tim Mawar Kopassus bentukan Prabowo Subianto, yang disebut-sebut terlibat dalam penculikan aktivis pada 1997-1998.

Selain Untung, dua eks-tim mawar, yaitu Dadang Hendra Yudha dan Brigjen TNI Yulius Selvanus juga mendapat promosi jabatan ke Kementerian Pertahanan.

Editor: Muthia Kusuma

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?