Share This

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

Beberapa agenda yang mendapat perhatian khusus aparat keamanan antara lain Pilkada serentak di 171 daerah, pesta olahraga Asian Games dan pertemuan IMF World Bank Annual Meeting di Bali.

BERITA , NASIONAL , QUOTE OF THE DAY

Jumat, 29 Des 2017 13:49 WIB

Kapolri Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/12/2017). (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)

KBR, Jakarta - Kapolri Tito Karnavian memperkirakan akan ada peningkatan ancaman keamanan pada 2018 mendatang. Tito mengatakan ada sejumlah agenda skala nasional dan internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Beberapa agenda yang mendapat perhatian khusus aparat keamanan antara lain Pilkada serentak di 171 daerah, pesta olahraga Asian Games dan pertemuan IMF World Bank Annual Meeting di Bali. 

Selain itu, kata Tito, pada Agustus 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan calon presiden dan wakil wresiden yang akan bertarung di Pemilu 2019.

"Juni kita ada Pilkada serentak, panas mesinnya. Kemudian Agustus penetapan calon presiden dan wakil presiden, mesin makin panas. Kemudian Asian Games pada September, kemudian Oktobernya ada IMF World Bank. Jadi banyak sekali even besar yang akan kita hadapi. Bagi Polri itu jadi perhatian khusus untuk diamankan," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Baca juga:

Mengenai Pilkada serentak 2018, Kapolri Tito Karnavian mengatakan potensi kerawanan dimulai dari tahap pendaftaran calon, penetapan pasangan calon, pemungutan suara, penghitungan suara, penetapan pasangan calon terpilih, sengketa perselisihan hasil penghitungan suara hingga pengesahan calon terpilih. 

Namun untuk daerah yang dikategorikan paling rawan, kata Tito, petanya akan terlihat setelah penetapan pasangan calon kepala daerah.

"Kemungkinan daerah rawan diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Sumatera Selatan dan lain-lain. Nanti akan dievaluasi setelah penetapan pasangan calon," kata Tito. 

Kegiatan Asian Games 2018 juga menjadi agenda besar karena melibatkan 15 ribu kontingen dan atlet dari 46 negara. Tito mengatakan, ancaman keamanan dalam kegiatan itu diantaranya tindakan kriminal dan ancaman terorisme. Menurut Tito, keikutsertaan Korea Utara dan Myanmar juga menjadi potensi sasaran kelompok radikal.

Begitu juga untuk kegiatan IMF World Bank Annual Meeting di Bali, potensi kerawanannya masih sama yakni tindakan kriminal dam terorisme. Tito mengatakan, keikutsertaan Amerika Serikat dan Israel dalam pertemuan itu bisa menjadi sasaran kelompok radikal.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.