Toleransi Terkoyak, Jokowi Bikin Lembaga Pemantapan Pancasila

"Pancasila harus diamalkan harus dikonkretkan, harus diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa bernegara dan dalam kehidupan sehari hari kita,"

BERITA , NASIONAL

Senin, 19 Des 2016 22:05 WIB

Author

Ade Irmansyah

Toleransi Terkoyak, Jokowi Bikin Lembaga Pemantapan Pancasila

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (ketiga kiri) berdialog dengan cendekiawan Yudilatif (kiri) saat Rapat Terbatas Kabinet membahas pembentukan lembaga atau unit pemantapa


KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo membentuk lembaga yang bergerak khusus dalam pemantapan paham Pancasila. Nantinya kata dia, lembaga khusus ini akan berada langsung di bawah kordinasi Presiden.

Alasan pembentukan lembaga khusus ini kata dia adalah karena saat ini, Pancasila sebagai falsafah negara hanya sebagai simbol dan tidak diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya ingin mengingatkan Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa tidak cukup hanya diketahui dihafalkan dan dijadikan simbol pemersatu bangsa. Penerimaan pada Pancasila juga seharusnya tidak berhenti menjadi slogan semata. Pancasila harus diamalkan harus dikonkretkan, harus diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa bernegara dan dalam kehidupan sehari hari kita," ujarnya saat membuka Rapat Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12).

Kata dia, seharusnya Indonesia bangga memiliki Pancasila sebagai dasar negara di tengah-tengah kondisi keberagaman, terutama keagamaan dunia yang semakin mengkhawatirkan. Maraknya aksi terorisme, ekstrimisme dan radikalisme membuat mata dunia saat ini melirik cara Indonesia dalam mengelola perbedaan menjadi persatuan dan sudah berlangsung lama.

"Saya ingin mengingatkan apa yang saya sampaikan di Bandung saat peringatan hari lahir Pancasila beberapa bulan lalu. Bahwa banyak negara di dunia termasuk negara maju saat ini sedang gelisah karena toleransi yang mulai terkoyak. Sehingga sosial yang mulai terbelah ketertiban sosial yang terganggu dan semakin goyahnya dalam mereka mengelola keberagaman dan perbedaan. Dunia juga saat ini dihantui oleh aksi terorisme aksi estrimisme dan radikalisme dan berbagai negara di dunia sedang mencari referensi nilai nilai dalam menghadapi tatanan dan tantangan itu. Di tengah kondisi dunia yang seperti itu kita bersyukur memiliki pancasila," ucapnya.

Dia berharap, kondisi mengkhawatirkan dunia saat ini tidak menular hingga ke Indonesia. Oleh karenanya kata dia, pemantapan Pancasila sebagai ideologi negara dalam berbagai sektor kehidupan bangsa harus segera dilakukan dan menyeluruh.

"Harus betul betul diwujudkan dalam pola pikir sikap mental dalam gaya hidup dan perilaku nyata kita dalam kehidupan sehari hari. Pancasila juga harus menjadi ideologi yang bekerja yang terlembagakan dalam sistem dalam kebijakan baik di bidang ekonomi, politik maupun sosial budaya. Saya yakin hanya dengan itu kita memiliki pondasi yang kokoh dalam menghadapi setiap permasalahan bangsa yang ada serta bisa dengan percaya diri menyongsong masa depan kita," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.