Kontras: Jawa Barat Paling Anti-HAM

Jawa Barat pelanggaran kebebasan paling kuat terkait kebebasan beragama.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Des 2015 18:26 WIB

Author

Ninik Yuniati

Kontras: Jawa Barat Paling Anti-HAM

KBR, Jakarta - LSM HAM Kontras mencatat Provinsi Jawa Barat menjadi daerah paling anti-HAM. Data temuan Kontras sepanjang 2015, di Jawa Barat terjadi pelanggaran kebebasan terbanyak yakni mencapai 41 peristiwa. Disusul Jawa Timur (35), Sumatera Utara (28), Papua (24), dan DKI Jakarta (23).

Wakil Koordinator Bidang Strategi dan Mobilisasi Kontras, Puri Kencana Putri mengatakan, di Jawa Barat pelanggaran kebebasan paling kuat terkait kebebasan beragama. Ini ditunjukkan salah satunya dengan sikap Walikota Bogor Bima Arya terhadap warga Syiah dan Ahmadiyah selama memimpin.

"Ada banyak peristiwa yang sangat serius di sana, terutama isu pembatasan kebebasan beragama dan beribadah. Pernyataan Bima Arya, Walikota Bogor, kemudian meskipun dicounter oleh Walikota Bandung, meskipun itu wajah yang berbeda juga, bahwa Walikota Bandung sangat progresif, tapi kita melihat secara keseluruhan,"  kata Puri di Cikini, Kamis (10/12).

Puri melanjutkan, "jadi, kita melihat bahwa kalau mau progresif secara provinsi, harus maju bersama-sama, tidak bisa terpotong-potong seperti itu."

Puri Kencana Putri menambahkan, tren pelanggaran HAM berupa kekerasan di sektor Sumber Daya Alam ditemukan di Jawa Timur dan Sumatera Utara. Sementara, di Jakarta, banyak kebijakan pemerintah yang tidak sensitif HAM, seperti ditunjukkan dengan masifnya penggusuran kaum miskin kota.

Selain lima kota tersebut, Kontras juga mewaspadai potensi pelanggaran HAM di daerah lain seperti Palu dan Poso. Ini lantaran di daerah ini, aparat melakukan operasi keamanan terkait pemberantasan teroris

"Kita harus sensitif dengan kota-kota seperti Palu dan Poso karena operasi-operasi keamanan selalu diarahkan di sana, tanpa ada akses publik untuk mengetahui sejauh mana operasi itu berhasil memburu Santoso cs," pungkas Puri.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja