Bagikan:

Kelompok Teroris Gunakan Istilah Konser untuk Aksinya

Aksi teror rencananya dilakukan pada Desember ini

BERITA | NASIONAL

Senin, 21 Des 2015 14:59 WIB

Kelompok Teroris Gunakan Istilah Konser untuk Aksinya

Barang bukti yang disita dari salah satu lokasi penangkapan (Foto: KBR/Damar)

KBR, Jakarta - Para terduga teroris berencana melakukan serangkaian aksi teror seperti di Perancis. Sehingga kasus itu nantinya bisa menjadi isu internasional. Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Anton Charliyan menjelaskan, mereka telah merencanakan untuk meledakkan bom di sejumlah tempat.

Bahkan, saat ini mereka menyebut aksi teror itu dengan sebutan konser.

"Mereka berencana meledakkan tempat-tempat tertentu. Mau mengancam sejumlah pejabat. Bahkan sekarang mereka sudah tidak lagi menggunakan istilah pengantin. Mereka menggunakan istilah konser terhadap aksinya," ungkap Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Anton Charliyan.

Anton menambahkan, "Dan mereka berencana menjadikan Indonesia sebagai berita internasional (atas kasus bom). Tapi mereka belum menyebutkan tempatnya secara spesifik."

Sementara itu di Istana,  Presiden Joko Widodo sudah mengetahui adanya ancaman natal dan tahun baru sejak Rabu pekan lalu sebelum adanya penangkapan 9 terduga teroris oleh Polri. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Kapolri Badrodin Haiti sebelumnya telah melaporkan hal tersebut kepada presiden saat rapat terbatas mengenai pengamanan natal dan tahun baru.

Pramono Anung mengajak semua elemen untuk tidak lengah. Sebab ancaman keamanan masih ada.

"Tetap kita tidak boleh lengah karena ancaman ini masih ada dan mereka dalam dokumen yang ada sudah terpantau misalnya akan ada pengantin baru, akan ada konser (aksi pengeboman,red), nah apa yg dilakukan oleh polri tentunya presiden sudah mendapatkan laporan dalam resmi yang dihadiri oleh presiden dan wakil presiden," ujar Pramono Anung di Istana Kepresidenan, Jakarta (21/12).

Sebelumnya, Densus 88 menangkap terduga 9 teroris sejak Jumat pekan lalu. Mereka diduga akan melakukan aksi bom bunuh diri saat perayaan natal dan tahun baru.  Mereka ditangkap di perbatasan Banjar-Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, serta Mojokerto karena hendak melakukan aksi pengeboman di sejumlah tempat di Indonesia pada bulan Desember ini. Dalam penangkapan itu, polisi menyita  sejumlah barang bukti yang diduga sebagai bahan untuk membuat bom kimia, seperti pupuk urea.

Editor: Rony Sitanggang 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Antisipasi Bencana Alam di Akhir Tahun

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending