Jatah Saham Freeport, Luhut Siap Hadiri Pemeriksaan MKD

"Saya tentara. Sepanjang saya nggak salah, saya akan hadapi, siapapun dia."

, BERITA , NASIONAL

Jumat, 11 Des 2015 19:28 WIB

Author

Ninik Yuniati

Jatah Saham Freeport, Luhut Siap Hadiri Pemeriksaan MKD

Menkopolhukam Luhut Pandjaitan (Foto: KBR/Aisyah K.)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan menyatakan bakal datang memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Senin depan. Ini dikatakan Luhut saat menggelar konferensi pers di kantornya sore ini.

Luhut menjamin, persidangan tersebut bakal digelar terbuka.

"Oh siap saya minta dipanggil kok, saya nggak ada nggak siap. Jadi jangan challenge saya. Saya tentara. Sepanjang saya nggak salah, saya akan hadapi, siapapun dia. Ya terbukalah, ya nggak adil kalau dibikin tertutup. terbuka, nggak ada yang saya tutup-tutupi. Saya mendingan terbuka semua itu," kata Luhut di kantornya, Jumat petang (11/12).

Dalam konferensi pers hari ini, tampak hadir tiga anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Partai Golkar, yakni Kahar Muzakir, Adis Kadir dan Ridwan Bae. Terkait kehadiran ketiganya, Luhut enggan memberikan jawaban yang jelas. Ia hanya mengatakan, dirinya mengundang seluruh anggota MKD tetapi ketiga anggota tersebut yang datang.
 
"Saya undang seluruh MKD, yang hadir bapak-bapak ini. (Alasan diundang) Saya nggak tahu, saya mau diundang hari Senin  ke  MKD, sekalian saja saya undang Bapak-Bapak ini kemari. Karena apapun yang saya mau bicarakan minggu depan, hari Senin, ya malam ini, tidak lebih dari itu," kata dia.

Kasus ini mencuat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said  melaporkan Ketua DPR Setya Novanto yang diduga mencatut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. 

Pelaporan itu dibarengi dengan penyerahan tiga halaman transkrip rekaman pembicaraan antara petinggi DPR dengan PT Freeport Indonesia yang mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Selain mencatut nama Jokowi dan JK untuk menjanjikan kelanjutan kontrak PT Freeport dengan meminta saham 20 persen yang disebut untuk RI-1 dan RI-2.

Sudirman juga melampirkan adanya permintaan supaya PT Freeport berinvestasi di proyek pembangunan PLTA di Urumuka, Papua, dengan meminta saham  sebesar 49 persen.  Selain itu Sudirman juga mengirimkan rekaman perbincangan dengan durasi sekira 12an menit.


Editor: Rony Sitanggang       

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak