Wapres Ingatkan Potensi Indonesia sebagai Pasar Muslim Raksasa

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong optimalisasi pengembangan sistem ekonomi dan keuangan syariah, sehingga dapat menjadi mesin baru bagi perekonomian Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 09 Nov 2021 13:23 WIB

Potensi Pasar Muslim Raksasa

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong optimalisasi pengembangan sistem ekonomi dan keuangan syariah, sehingga dapat menjadi mesin baru bagi perekonomian Indonesia. Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, Wapres sepakat bahwa potensi ekonomi dan keuangan syariah di tanah air merupakan “raksasa tidur” yang dapat bangun setiap saat untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di 2045.

"Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia difokuskan pada 4 bidang, pengembangan industri produk halal, ekonomi dan keuangan syariah, dana sosial syariah, dan kegiatan usaha atau bisnis syariah. Bank Syariah memiliki peran strategis untuk mencapai cita-cita Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia," kata Wapres Ma'ruf saat menyampaikan pidato kunci di International Conference on Islamic Economics melalui konferensi video dari Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Baca juga:

Wapres: Mustahil Ekonomi Pulih Jika Penularan Covid-19 di Atas 5 Persen

Menilik Peluang Indonesia Jadi Negara Ekonomi Syariah Terbesar di Dunia

Wapres menambahkan, potensi ekonomi dan keuangan syariah menjadi berkembang dan mendukung perekonomian nasional, dapat diukur dari peran Indonesia sebagai pasar muslim terbesar di dunia. Pasar muslim Indonesia itu juga akan bertambah, karena ada peluang pertumbuhan penduduk muslim di dunia yang kini mencapai lebih dari dua miliar jiwa.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Potret Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan Mental