covid-19

Pemkab Banyuwangi Luncurkan Kartu Wisata Ramah Difabel

Kartu Wisata Ramah difabel itu berfungsi untuk masuk ke seluruh destinasi wisata bagi penyandang disabilitas secara gratis.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 15 Nov 2021 17:06 WIB

Luncurkan Kartu Wisata Ramah Difabel

Sejumlah anak difabel memberi makan sapi saat wisata edukasi difabel di Kuntum Farmfiled, Tajur, Kota Bogor, Jawa Barat (13/7/2019). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

KBR, Banyuwangi - Cukup dengan memperlihatkan kartu, kalangan disabilitas di Banyuwangi, Jawa Timur, akan bisa memperoleh sejumlah layanan pariwisata secara gratis.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda menjelaskan, Kartu Wisata Ramah difabel itu berfungsi untuk masuk ke seluruh destinasi wisata bagi penyandang disabilitas secara gratis.

Dengan menunjukan kartu tersebut, maka penyandang disabilitas akan mendapatkan layanan fasilitas yang ramah difabel di tempat wisata. Misalnya, ketersediaan kursi roda, akses jalan khusus disabilitas, dan pemandu wisata khusus difabel.

Saat ini, tutur Bramuda, Pemkab Banyuwangi telah membagikan sekitar 300 Kartu Wisata Ramah Difabel. Jumlah ini nantinya akan terus bertambah hingga seluruh penyandang disabilitas di Banyuwangi mendapatkannya. Karena itu, ditargetkan kedepannya, seluruh destinasi wisata di Banyuwangi benar-benar siap menyambut dan melayani wisatawan penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia maupun dunia.

“Fungsinya yang pertama tentu untuk digitalisasi. Yang kedua kartu ini bisa bermanfaat untuk masuk ke semua destinasi pariwisata dengan fasilitas gratis. Yang ketiga, kita juga secara bertahap memberikan fasilitas pelayanan infrastuktur ke setiap destinasi, misalnya ke toilet khusus, kalau ke pantai pun dapat benar-benar menuju pantai, sehingga dengan demikian maka Banyuwangi akan betul-betul siap menerima teman-teman difabel dari seluruh Indonesia bahkan dunia untuk datang serta menikmati sajian pariwisata,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda pada Senin (15/11/2021).

Sementara itu, Ketua Organisasi Penyadang Difabel Aura Lentera Banyuwangi, Indah Cahya Ningrum menyambut baik diterbitkannya Kartu Wisata Ramah Difabel tersebut. Namun demikian diharapkan, kartu itu benar-benar bisa mengakomodir penyadang disabilitas untuk mengaksses setiap destinasi wisata di Banyuwangi. "Sehingga penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama untuk menikmati destinasi wisata," ujarnya.

Menurut Indah, hampir seluruh destinasi wisata di Banyuwangi masih belum ramah disabilitas. "Itu terbukti dari hasil penelitian di lapangan. Dari 68 destinasi wisata yang ada, hanya 1 destinasi wisata yang dinilai ramah disabilitas. Yaitu destinasi wisata Bansring Under Water. Di tempat itu pengelola wisata menyediakan kursi roda, pemandu wisata khusus disabilitas, hingga toilet yang ramah disablitas. Sedangkan destinasi wisata lainya, belum ramah disabilitas," urai Indah.

Baca juga:

- Kota Ramah Difabel di Mata Atlet Muda Berprestasi

- Mendikbud: Mahasiswa Difabel Diprioritaskan Dapat KIP Kuliah

Destinasi Wisata Ramah Difabel

Sementara itu, situs kemeparekraf.go.id pada 27 Mei 2021 menginformasikan sejumlah destinasi wisata ramah difabel di kota-kota besar yang dapat dikunjungi.

* Jakarta

Konsep Jakarta Smart City turut mengubah wajah ibu kota menjadi salah satu kota ramah difabel. Bukan hanya transportasi umumnya, Jakarta juga memiliki ragam destinasi wisata ramah difabel.

Salah satu destinasi wisata yang ramah difabel di Jakarta adalah Monumen Nasional (Monas). Fasilitas difabel di tempat ini dapat dilihat di dekat pintu masuk utama yang terdapat kursi roda dalam keadaan baik, yang bisa digunakan teman difabel. Monas juga menyiapkan ramp untuk menuju toilet khusus difabel.

Selain itu, Monas memiliki fasilitas lift khusus bagi pengguna kursi roda untuk menjangkau lantai paling atas. Petugas juga siap membantu di beberapa titik untuk membantu pengguna kursi roda.

Destinasi wisata ramah difabel di Jakarta lainnya adalah Masjid Istiqlal. Sebagai salah satu tujuan wisata religi, masjid ini semakin berbenah ke arah ramah difabel. Salah satunya dengan menyediakan lift khusus untuk memudahkan perpindahan para difabel.

* Bandung

Peluncuran bus ramah difabel pada 2019 memberikan sinyal jika Bandung siap berbenah untuk menjadi kota ramah difabel. Tidak hanya fasilitas publik, Bandung juga memiliki ragam destinasi wisata ramah difabel.

Beberapa destinasi tersebut antara lain: Taman Inklusi, Babakan Siliwangi, dan Fairy Garden. Daya tarik wisata ini telah memenuhi syarat untuk disebut sebagai destinasi wisata ramah difabel.

Fairy Garden misalnya, taman edukasi yang terletak di Kabupaten Bandung Barat ini menyediakan berbagai fasilitas ramah difabel. Lokasi ini menyediakan toilet khusus difabel, ramp, bahkan gerbang masuk khusus para difabel.

* Yogyakarta

Beberapa waktu lalu nama Yogyakarta sempat naik daun karena disebut sebagai kota paling inklusif di Indonesia. Salah satunya karena berhasil menjadi kota ramah difabel, terutama dalam penyediaan fasilitas di tempat-tempat umum dan destinasi wisata.

Destinasi wisata ramah difabel di Yogyakarta antara lain; Benteng Vredeburg, Malioboro, Gembira Loka, Keraton, Pantai Slili Gunung Kidul, Taman Pelangi Monjali, dan Taman Pintar.

Museum Benteng Vredeburg disebut sebagai destinasi wisata ramah difabel karena penyediaan fasilitas yang lumayan komplet. Tidak hanya kursi roda dan jalur khusus kursi roda, area ini juga memiliki guiding block untuk memandu teman tunanetra.

Selain itu Taman Pintar menjadi salah satu lokasi wisata di Yogyakarta yang juga ramah difabel. Terbukti dari keberadaan ramp dan toilet ramah difabel. Sebagai wujud dukungan, Taman Pintar juga menggratiskan tiket masuk bagi pelajar difabel.

* Malang

Malang juga jadi salah satu kota yang terkenal dengan fasilitas pelayanan publiknya yang ramah difabel. Kota apel ini memiliki kebijakan khusus untuk memudahkan difabel dalam menggunakan layanan publik.

Namun di luar prestasi tersebut, Malang memiliki beberapa destinasi wisata ramah difabel. Destinasi wisata tersebut antara lain: Taman Wisata Pinus Bendosari, Batu Secret Zoo Jatim Park 2, Batu Night Spectacular, serta Museum Angkut.

Museum Angkut menjadi destinasi wisata ramah difabel karena fasilitas penunjangnya yang sangat baik. Selain didesain mudah dilalui pengguna kursi roda, Museum Angkut juga memiliki lift dan toilet khusus difabel.

Sejalan dengan hal tersebut, Jatim Park 2 juga berupaya menyediakan fasilitas ramah difabel. Tidak hanya toilet dan akses jalan, Jatim Park 2 menyediakan kursi roda yang dapat dipinjam gratis oleh pengunjung yang membutuhkan.

Dengan berbagai destinasi wisata ramah difabel ini diharapkan teman difabel dapat lebih nyaman saat berlibur di daerahnya masing-masing. Keberadaannya yang dekat dengan rumah juga memudahkan teman difabel untuk mengaksesnya tanpa perlu ke luar kota.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17