Share This

Geram, Jokowi Ingin Tabok Penyebar Fitnah Soal PKI

Jokowi merasa heran karena masih ada masyarakat Indonesia yang mempercayai hal tersebut. Padahal, kata dia, isu itu sudah berulang kali diklarifikasi.

, BERITA , NASIONAL

Jumat, 23 Nov 2018 17:14 WIB

Geram, Jokowi Ingin Tabok Penyebar Fitnah Soal PKI

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pengarahan ke siswa, Kamis (23/8/2018). (Foto: ANTARA/ Hafidz M)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo  kembali mengungkapkan kegeraman terhadap fitnah yang menyebar jelang Pilpres 2019.

Ia kembali mengeluhkan fitnah sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dialamatkan padanya. Jokowi mengaku tidak bisa tinggal diam menyikapi isu tersebut.

"Ini ya kadang-kadang aduh, mau saya tabok, orangnya dimana. Saya cari betul. Saya empat tahun diginiin, harus sabar, sabar, ya Allah, sabar. Tapi saya harus bicara," ujar Jokowi saat membagikan sertifikat kepada masyarakat Lampung, Jumat (23/11/2018).

Jokowi merasa heran, karena masih ada masyarakat Indonesia yang mempercayai hal tersebut. Padahal, kata dia, isu itu sudah berulang kali diklarifikasi.

"Enam persen percaya berita ini. Enam persen itu sembilan juta (penduduk) lebih loh."

Jokowi pun meminta masyarakat lebih cerdas menyikapi kabar yang tersebar di media sosial. Dia menambahkan, kabar bohong akan semakin marak jelang pemilu digelar.

Karena itu Presiden Jokowi mengajak masyarakat menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak dan prestasi masing-masing calon.

Baca juga PKI? Jokowi: Kita Gebuk dan Tendang

Jokowi tercatat beberapa kali meluapkan kekesalan karena dikaitkan dengan PKI. Sebelum yang ini, Jokowi sempat juga menyinggung saat berpidato pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 TNI, Jumat (5/10/2018). Kala itu ia mengatakan, bakal memberantas komunisme dan apapun yang berkaitan dengan PKI.

"Sebagai panglima tertinggi di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, tugas saya adalah bersama saudara-saudara melawan ideologi lain selain Pancasila, memberantas komunisme dan warisan PKI, agar lenyap dari Indonesia selamanya," kata Jokowi di Markas TNI Cilangkap.

Pun pada tahun lalu, Jokowi sempat setidaknya dua kali menggunakan kata 'gebuk' saat mengungkapkan rasa sebalnya karena selalu dihubung-hubungkan dengan organisasi yang telah dibubarkan melalui Ketetapan MPRS Nomor 25 tahun 1966 tersebut.

Pada Mei 2017 itu di hadapan puluhan pemimpin redaksi, Jokowi mengatakan saat PKI dibubarkan dirinya baru berusia 4 tahun, sehingga tak mungkin bisa menjadi anggota.

"Jangan bicara isu-isu PKI. Kalau ada, gebuk saja. Tap MPRS kan jelas. Orangtua saya kan jelas. Asal usul keluarga jelas. Kalau ada yang bicara saya itu PKI, itu yang tidak jelas. Jengkel saya," ucap Jokowi di Istana, Rabu (17/5/2017).

Selang dua hari setelahnya, Jokowi mengulang pernyataannya di hadapan 1.500 prajurit TNI di Natuna, Kepulauan Riau.

Baca juga: Isu Komunisme dan Omong Kosong Setiap Jelang Pemilu 



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.