Polisi Selidiki Teror Terhadap Tiga Jurnalis Lumajang

Polres Lumajang juga sudah diminta patroli di rumah ketiga jurnalis tersebut

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 07 Nov 2015 19:30 WIB

Author

Ninik Yuniati

Polisi Selidiki Teror Terhadap Tiga Jurnalis Lumajang

Solidaritas untuk aktivis anti tambang Salim Kancil yang dibunuh di Lumajang (Foto: Eko Widianto/KBR)

KBR, Jakarta- Polda Jawa Timur tengah menyelidiki ancaman terhadap tiga jurnalis Lumajang. Juru bicara Polda Jawa Timur, Raden Argo Yuwono mengatakan, ketiga jurnalis tersebut juga mendapatkan perlindungan dari kepolisian. Kata dia, Polda telah menginstruksikan Polres Lumajang untuk melakukan patroli di rumah ketiga wartawan tersebut.

"Polda memang menerima laporan, berkaitan dengan wartawan yang diancam dengan SMS. Dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Polda Jawa Timur. Ya tunggu waktu, karena kita menggunakan asas praduga nggak bersalah. (Ada permintaan perlindungan?) Itu dari Polres Lumajang sudah langsung kita arahkan untuk patroli ke rumahnya. Jadi sebelum ada permintaan, sudah kita lakukan," kata Raden Argo kepada KBR, (7/11).

Sebelumnya, tiga wartawan televisi yaitu, wartawan Tvone Iwan, KompasTV Abdurrahman, dan wartawan JTV Arief, mendapatkan ancaman teror via SMS, usai melakukan liputan investigasi kasus tambang pasir ilegal yang berada di Desa Selok Awar- Awar Kabupaten Lumajang. Pesan singkat itu berisi ancaman pembunuhan dan teror bondet atau bom molotov jika ketiganya masih melanjutkan peliputan kasus tambang ilegal tersebut. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10