KPK: Kasus Mobil Crane Berbeda dengan yang Ditangani Bareskrim

KPK masih mengumpulkan bukti apakah ada tindak pidana korupsi atau tidak dalam pengadaan mobil crane.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 05 Nov 2015 21:39 WIB

Author

Eli Kamilah

KPK: Kasus Mobil Crane Berbeda dengan yang Ditangani Bareskrim

Ilustrasi (situs Pelindo)

KBR, Jakarta - KPK menegaskan perkara korupsi pengadaan mobil crane PT Pelindo II yang tengah diselidiki KPK, berbeda dengan yang ditangani Bareskrim Mabes Polri.  Menurut Plt Pemimpin KPK, Johan Budi, perbedaannya terletak pada tahun anggaran pengadaan mobil crane.

Kata Johan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti apakah ada tindak pidana korupsi atau tidak dalam pengadaan mobil crane tersebut. Johan mengaku tidak mudah menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup pada kasus pengadaan mobil crane di PT Pelabuhan Indonensia (Pelindo) II Tahun 2014.

"Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dengan Pelindo II. Perlu saya tegaskan bahwa perkara yang ditangani Bareskrim berbeda dengan yang diselidiki, yang sekarang sedang diselidiki KPK," ujar Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Hari ini Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Anang Iskandar menyambangi Kantor KPK. Ia mengaku telah melakukan tukar informasi dengan lembaga antikorupsi tersebut terkait penanganan perkara dugaan korupsi di PT Pelindo II.

Johan menambahkan pertemuan ini bukan pertemuan terakhir. Koordinasi antara pihaknya dengan Polri juga akan membuka sinergitas kasus-kasus korupsi lainnya.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi di Pelindo II menjadi buah bibir ketika Bareskrim menggeledah kantor R.J. Lino pada Agustus lalu untuk mencari dokumen terkait pengadaan 10 unit mobil crane. Dalam kasus ini, Direktur Operasi dan Teknik Pelindo II Ferialdy Noerlan ditetapkan Bareskrim sebagai tersangka.

Di lain pihak, KPK menyelidiki kasus dugaan korupsi pada proyek PT Pelindo II di Lampung dan wilayah lainnya. Penyelidik KPK sempat memanggil Dirut PT Pelindo II R.J. Lino untuk dimintai keterangan pada Senin 14 April 2014. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10