Konflik Tambang, Diintimidasi Polisi, Warga Desa Sumber Agung, Banyuwangi Lapor Komnas HAM

Warga juga meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

BERITA | NUSANTARA

Senin, 30 Nov 2015 17:29 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Konflik Tambang, Diintimidasi Polisi, Warga Desa Sumber Agung, Banyuwangi Lapor Komnas HAM

Ilustrasi: Sisa bentrok warga dan Brimob yang menjaga kawasan pertambangan Tumpang Pitu Banyumas (Foto: KBR/Herwawan A.)

KBR, Banyuwangi - Sebanyak 12 orang warga Desa Sumber Agung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur,  Senin (30/11/2015) mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Jakarta. Mereka  mengadu lantaran diintimidasi  aparat kepolisian. Intimidasi terjadi  pasca bentrok warga dengan kepolisian di kawasan tambang emas Gunung Tumpang Pitu, pada  Rabu (25/11/2015) lalu.

Kuasa Hukum  warga Desa Sumber Agung Amrullah mengatakan,  saat ini sudah ada 2 warga setempat yang ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan di tambang emas Gunung Tumpang Pitu tersebut. Kata Amrullah, seharusnya  aparat kepolisian tidak melakukan intimidasi kepada warga. Sebab dalam kejadian itu ada lima warga yang  juga terkena tembakan peluru dari aparat kepolisian. Dan saat ini 5 orang yang tertembak tersebut ikut mendapatkan intimidasi oleh polisi.

Amrullah mengaharapkan, Komnas HAM bisa menindak lanjuti laporan warga Desa Sumber Agung ini dan menurunkan rekomendasi agar polisi tidak lagi mengintimaidasi warga.  Selain itu, Komas HAM diharapkan juga merekomendasikan kepada pemerintah untuk menutup tambang emas di Gunung Tumpang Pitu.

“Dikejar-kejar polisi bahkan rumah mereka didatangi bahkan sekarang ada yang dapat surat panggilan dan lain sebagainya oleh Polres. Makanya kami datang ke Komnas HAM minta perlindungan lah. Yang kami ajukan adalah tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat," kata Amrullah, Senin (30/11/2015). 

Amrullah melanjutkan, "jadi seharusnya aparat itu tidak melakukan kekerasan dan tidak main tembak segala dan lain hal sebagainya. Yang ditembak itu lima orang.

Kuasa Hukum  warga Desa Sumber Agung Amrullah menambahkan, selain melapor ke Komnas HAM, belasan warga Desa Sumber Agung juga melaporkan kasus intimidasi aparat kepolisian  ini ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)  dan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras).

Sebelumnya, pada hari Rabu kemarin (25/11/2015) terjadi bentrok antara warga dengan polisi di kawasan tambang emas Gunung Tumpang Pitu. Bentrok antara aparat keamanan dan warga terjadi pada pukul 16.00 WIB. Massa membakar sejumlah sepeda motor dan bangunan milik PT Bumi Suksesindo.

Kericuhan sempat berhenti. Namun pada pukul 20.00 WIB, ratusan massa kembali menyerang perkantoran PT Bumi Suksesindo.  Selain sepeda motor massa juga  membakar alat berat, tempat penampungan solar, dan sejumlah rumah yang dipakai kantor oleh perusahaan tambang.

Akibat bentrok ini, lima orang warga terkena tembak peluru karet Brimob yang menjaga area pertabangan tersebut.

PT Bumi Sukses Indo rencananya akan melakukan pertambangan terbuka di Gunung Tumpang Pitu.  Berdasarkan hasil ekspolrasi, satu ton batuan di Gunung Tumpang Pitu mengandung 0,9 gram emas. PT Bumi Sukses Indo akan memproduksi 3 juta ton  batuan per tahun atau  24 juta ton batuan dalam dalam jangka waktu depan tahun. Kandungan emas di kawasan itu diklaim terbesar kedua setelah tambang emas Freeport di Papua.


Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17