Diintimidasi, Pansus Pelindo II Minta Presiden Lindungi Saksi

Intimidasi dialami PT Bahana Securities yang disomasi oleh Pelindo II setelah memberikan keterangan di Pansus.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Nov 2015 14:47 WIB

Author

Ninik Yuniati

Diintimidasi, Pansus Pelindo II Minta Presiden Lindungi Saksi

Ilustrasi: Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok (Sumber: Pelindo)

KBR, Jakarta - Pansus Pelindo II DPR meminta Presiden Joko Widodo melindungi para saksi selama proses penyelidikan. Anggota Pansus Pelindo II Masinton Pasaribu mengatakan,   telah menerima informasi adanya intimidasi dari PT Pelindo II kepada para pihak yang memberikan keterangan.

Salah satunya terjadi pada PT Bahana Securities yang disomasi oleh Pelindo II setelah memberikan keterangan di Pansus. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, surat permintaan perlindungan tersebut diserahkan pansus langsung ke Istana Negara hari ini.

"Dari mulai somasi sampai kemudian ditelepon, orang yang memberikan keterangan sebenar-benarnya di Pansus, itu kan merasa khawatir. Baik itu posisi jabatannya, maupun dirinya," kata Masinton di DPR, Kamis (26/11). 

Masinton melanjutkan, "kami sampaikan ke presiden, yang berkaitan dengan pemanggilan di Pansus Pelindo II, selama proses ini berjalan, jangan ada intimidasi atau tindakan apapun yang dilakukan Pelindo II."

Masinton Pasaribu menambahkan, keterangan para saksi sangat diperlukan untuk membongkar praktik penyimpangan di Pelindo II.

Dalam rapat terakhir kemarin yang menghadirkan Direksi Jakarta International Container Terminal (JICT), terungkap dua kebohongan dalam perpanjangan kontrak anak perusahaan Pelindo II tersebut. Yakni, komposisi saham JICT ternyata masih belum berubah, saham mayoritas tetap dimiliki oleh Hutchinson Port Holding (HPH). Selain itu, perpanjangan kontrak JICT tidak ditandatangani HPH sebagai pihak terkait, tetapi hanya antara Pelindo II dan JICT.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri