RSUD Cirebon Siapkan Ruang Khusus Penderita Ebola

KBR, Cirebon - Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati (RSUDGJ) Kota Cirebon menyiapkan ruang isolasi untuk penderita ebola. Masyarakat diimbau mewaspadai penyebaran virus ebola, terutama bagi mereka yang baru pulang bepergian dari Afrika dan Arab.

NUSANTARA

Selasa, 04 Nov 2014 00:02 WIB

Author

Frans C Mokalu

RSUD Cirebon Siapkan Ruang Khusus Penderita Ebola

ebola, cirebon

KBR, Cirebon - Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati (RSUDGJ) Kota Cirebon menyiapkan ruang isolasi untuk penderita ebola. Masyarakat diimbau mewaspadai penyebaran virus ebola, terutama bagi mereka yang baru pulang bepergian dari Afrika dan Arab.


Ruang isolasi yang disiapkan terdiri dari dua ruang ICU dan dua ruang perawatan yang letaknya terpisah dari ruangan lainnya. Ruang isolasi tersebut sedianya merupakan bangunan yang disiapkan khusus untuk menghadapi kasus flu burung.


Direktur RSUDGJ Heru Purwanto menyatakan ruang khusus untuk penderita ebola sebagai upaya pencegahan dan penanganan reaksi cepat terhadap virus mematikan tersebut. 


"Ketika tengah ramai penyebaran virus flu burung, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan membangun ruang isolasi bagi penderitanya pada 2011. Kini ruang tersebut kami siapkan khusus untuk penderita ebola,” katanya, Senin (3/11).


Selain menyiapkan ruang isolasi, pihaknya juga mempersiapkan dokter maupun perawat yang memperoleh pelatihan khusus untuk menangani penyakit tertentu. Semacam flu burung maupun ebola. 


Ruang isolasi pun dilengkapi dengan peralatan khusus. Di antaranya sistem pendingin, akses keluar masuk, ruang pemandian jenazah (mortuary), ruang monitoring, hingga ruang radiologi.


Heru menjamin penanganan suspect ebola akan direspon secepatnya dan langsung diisolasi. Mengingat belum ditemukannya vaksin virus ebola, penyebarannya pun sangat cepat. 


"Kita akan tangani secepat mungkin, namun kita berharap jangan sampai virus ebola masuk Indonesia. Di Cirebon khususnya. Kami mengimbau masyarakat waspada," ujarnya.


Pihaknya meminta, masyarakat yang baru pulang dari Arab dan Afrika sebaiknya memeriksakan diri terlebih jika merasa tidak sehat dan timbul gejala demam.


Sementara, salah satu dokter RSUD Gunung Jati, Netty Supartiasih menjelaskan secara umum di Indonesia tidak ada sedikit pun potensi penyebaran virus ebola.


“Virus ebola datang dari binatang tertentu, seperti unta, babi, kelelawar, dan lainnya, terutama yang liar. Pada manusia, penyebaran virus ini bukan melalui udara melainkan melalui kontak langsung dengan penderitanya, terutama lewat cairan tubuh seperti darah, keringat, dan lainnya,” katanya.


Ia menambahkan, pada tahap awal penderita mengalami gejala mirip malaria maupun demam berdarah yang ditandai demam tinggi, pusing, nyeri, hingga ruam-ruam dan berdampak pada kematian. 


"Pembuktian satu-satunya melalui pengujian darah di laboratorium," ujarnya.


Dia menekankan, virus ebola menyerang organ dalam yang menyebabkan penurunan fungsinya, seperti hati dan ginjal.


Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pandemi dan Kesejahteraan Jurnalis dalam Krisis

Kabar Baru Jam 8

Seperti Apa Tren Wisata 2021?

Kabar Baru Jam 10