JK Desak Pemerintah Protes Australia Terkait Dugaan Penyadapan

Bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah melayangkan protes keras kepada Australia jika dugaan penyadapan yang dilakukan intelejen Negeri Kanguru tersebut terbukti benar

NASIONAL

Senin, 18 Nov 2013 14:17 WIB

Author

Danu Mahardika

JK Desak Pemerintah Protes Australia  Terkait Dugaan Penyadapan

Sadap, Australia, Wapres Jusuf Kalla, intelijen, Edward Snowden

KBR68H, Jakarta – Bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah melayangkan protes keras kepada Australia jika dugaan penyadapan yang dilakukan intelejen Negeri Kanguru tersebut terbukti benar. Ini menanggapi dugaan penyadapan yang dialami sejumlah pejabat tinggi Indonesia pada Agustus 2009.  Saat itu Jusuf Kalla masih menjabat Wakil Presiden. Jusuf Kalla  mengaku selama menjabat sebagai  wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak pernah sekalipun menjejakkan kakinya ke Australia.


‘Waktu itu saya masih wakil presiden kan? Berarti dia menyadap wakil presiden Indonesia, bukan saya pribadi. (Apa aktivitas yang dilakukan disana saat itu Pak JK?) mereka sadap kita di sini, bukan di sana. Dia kan sadap itu gampang saja, lewat satelit kan gampang. Bukan berarti saya di sana. (Jadi Agustus 2009 anda tidak berada di Australia?) Saya tidak pernah ke Asutralia saat menjadi wapres. Setelah itu (setelah tak menjabat-red) saya baru ke Australia, “ ujar Jusuf Kalla.


Sejumlah media di Australia memberitakan intelejen Australia menyadap setidaknya sembilan pejabat Tinggi Indonesia pada Agustus 2009. Penyadapan terjadi semasa kepemimpinan Perdana Menteri Kevin Ruud. Mereka yang disadap adalah Presiden SBY dan Istrinya Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menkominfo Sofyan Djalil. Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri Dino Pati Djalal serta Menteri Keuangan Sri Mulyani. Informasi penyadapan ini didapat dari Edward Snowden, kontraktor keamanan NSA yang kini mendapat suaka dari Rusia.


Editor Taufik Wijaya

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

News Beat

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18