covid-19

Kemenkeu Targetkan Defisit APBN Turun Bertahap

"Tidak banyak negara yang melakukan ini, dan kami berharap trajectory kita masih cukup kuat untuk menuju di bawah 3 persen pada 2023," ungkap Fabrio, melalui diskusi daring, Jumat, (01/10/2021).

BERITA

Jumat, 01 Okt 2021 13:54 WIB

Kemenkeu Targetkan Defisit APBN Turun Bertahap

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan realisasi APBN 2020 (FOTO: ANTARA/Puspa Perwitasari).

KBR, Jakarta- Kementerian Keuangan memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 berada di bawah target 5,7 persen dari produk domestik bruto. 

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan defisit anggaran APBN itu akan diturunkan secara bertahap. Pada 2022, sebesar 4,85 persen. Kemudian pada tahun berikutnya diharapkan dapat kembali di bawah 3 persen.

"Tidak banyak negara yang melakukan ini, dan kami berharap trajectory kita masih cukup kuat untuk menuju di bawah 3 persen pada 2023," ungkap Fabrio, melalui diskusi daring, Jumat, (01/10/2021).

Febrio Nathan Kacaribu menambahkan, salah satu faktor yang akan mendorong defisit anggaran lebih kecil dari target adalah pendapatan negara yang tumbuh tinggi mencapai hampir 14 persen pada Agustus 2021. Hal itu diharapkan akan bisa menyeimbangkan realisasi belanja negara.

"Dengan perkembangan terkini, memang nampaknya realisasi defisit tahun ini bisa lebih rendah dari target," imbuhnya.

Pada periode Januari-Agustus tahun ini, pendapatan negara tercatat lebih dari Rp1,1 triliun, sedangkan belanja negara sekitar Rp1,5 triliun. Dengan demikian, defisit anggaran mencapai hampir Rp390-an triliun atau 2,32 persen dari PDB.

"Realisasi defisit yang rendah ini akan terus kami pertahankan dalam tiga bulan ke depan," jelas Febrio.

Baca juga:

Menkeu : Hingga Agustus, Total Belanja Negara Capai 1,5 Kuadriliun

Target Pendapatan APBN 2022

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan Pendapatan Negara dalam APBN 2022 sebesar Rp1.846 triliun. Uang itu diproyeksikan bersumber dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp1.510 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp335,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah mempertimbangkan berbagai faktor perekonomian seperti kondisi sektoral, iklim investasi, dan daya saing usaha dalam menakar basis perpajakan, serta kapasitas masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Namun, pada sisi lain, kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap APBN akan terus dioptimalkan.

"Belanja Negara tahun 2022 direncanakan sebesar Rp2.714,2 triliun. dialokasikan melalui Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.944,5 triliun dan Transfer ke daerah dan Dana Desa sebesar Rp769,6 triliun," kata Sri Mulyani saat pidato di rapat paripurna, Kamis (30/9/21).

Ia menyebut belanja negara bakal dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Ia memastikan program penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan perekonomian masih akan berlanjut. Selain itu, target penyelesaian program-program prioritas nasional juga akan digenjot agar tercapai.

"Transfer ke daerah dan Dana Desa tahun 2022 akan diarahkan untuk penguatan kualitas desentralisasi fiskal dan peningkatan kualitas pelaksanaan guna mendukung kinerja daerah, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian di tingkan desa, serta mengatasi kesenjangan pembangunan antardesa," pungkasnya.

Editor: Muthia Kusuma Wardani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan