Hari Tanpa Bayangan Yogyakarta-Cilacap Diperkirakan Terjadi pada Sabtu

Pasalnya, saat itu matahari berada persis di atas daerah tersebut. Di Cilacap dan Banyumas, hari tanpa bayangan diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.24 WIB.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 12 Okt 2018 16:40 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Hari Tanpa Bayangan Yogyakarta-Cilacap Diperkirakan Terjadi pada Sabtu

Ilustrasi. (Foto: Pexels)

KBR, Cilacap – Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) memperkirakan suhu udara di Cilacap dan Banyumas pada Oktober ini lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Pasalnya, saat ini matahari berada di titik kulminasi peredaran dan tepat berada di atas pulau Bali dan Jawa, utamanya Jawa sisi selatan.

Prakirawan BMKG Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan mengatakan gerak semu matahari itu masih terus berlangsung. Bahkan, pada Sabtu (13/10/2018) sejumlah wilayah antara Yogyakarta, Purworejo, Kebumen hingga Cilacap mengalami hari tanpa bayangan.

Pasalnya, saat itu matahari berada persis di atas daerah tersebut. Di Cilacap dan Banyumas, hari tanpa bayangan diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.24 WIB.

"Jika kita lihat, seolah-olah matahari ini tepat berada di atas kita. Wilayah Cilacap, nanti sekitar tanggal 13 Oktober 2018 mungkin sekitar pukul 11.24 WIB, posisi matahari tepat berada di atas Cilacap," terang Rendy Krisnawan kepada KBR, Kamis (11/10/2018).  

"Juga dimungkinkan ada fenomena hari tanpa bayangan. Cuma hanya terjadi beberapa saat saja. Itu juga menyebabkan kondisi suhu udara, kita rasakan cukup terik sekali, panas sekali," tambah Rendy.

Sementara soal suhu panas, Rendy mengemukakan, selain letak matahari yang sedang tepat di atas wilayah Cilacap dan Banyumas, panas menyengat disebabkan minimnya tutupan awan atau cuaca cerah. Matahari yang bersinar tak terhalang awan pada kemarau ini.

Dia mengungkapkan, suhu maksimum di Stasiun Meteorologi Kota Cilacap tercatat 31,7 Derajat Celcius, dan suhu maksimum di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Jeruklegi tercatat 31,4 Derajat Celcius.

Lebih lanjut ia mengemukakan, kondisi suhu panas terik di Jawa pada umumnya baru akan berakhir setibanya musim penghujan. Diperkirakan, hujan turun pada November 2018.

Rendy pun menambahkan, pada Oktober 2018 ini beberapa wilayah di Kabupaten Cilacap dan Banyumas terjadi embusan angin dengan kecepatan tinggi. Hal ini disebabkan masih berembusnya angin Timuran, yakni angin yang berembus dari Benua Australia menuju Benua Asia. Karakteristik angin timuran ini bersifat kering dengan kecepatan tinggi  atau kencang. kecepatan angin di Cilacap dan Banyumas saat ini antara 10-45 kilometer per jam.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kenali dan Obati Katarak Sejak Dini

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12