Jokowi Cerita Pernah Jadi Korban Pungli

Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya integritas dalam upaya pemberantasan praktik pungutan liar.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 22 Okt 2016 20:31 WIB

Author

Ninik Yuniati

Jokowi Cerita Pernah Jadi Korban Pungli

Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan di Istana Merdeka. (Foto: Antara)



KBR, Banten - Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya karakter integritas dalam upaya pemberantasan praktik pungutan liar. Ia pun menyayangkan, banyak orang pandai di Indonesia namun justru kerap melakukan pungli lantaran minim integritas.

"Bukan hanya masalah kepandaian, bukan hanya masalah kepintaran, tetapi adalah masalah karakter, integritas, kejujuran, akhlak yang kita butuhkan adalah yang berakhlakul karimah," kata Jokowi di tengah sambutan pada Muktamar Al Khairiyah, Cilegon, Banten, Sabtu (22/10/2016).

"Banyak yang pinter-pinter tapi senangnya pungli, senangnya mungli, ini yang jadi penyakit bangsa kita," imbuhnya.

Presiden Jokowi menambahkan, pungli menjadi penyakit yang harus diberantas karena menghambat kemajuan bangsa. Lebih lanjut Jokowi pun bercerita, pernah menjadi korban pungutan liar ketika akan memulai usaha pada tahun 1980-an.

"Saya mengalami, tahun 87/88 mau ngurus izin berbelit-belit, diminta ini, itu setiap meja, pasti diminta rupiah tertentu," akunya.

Baca juga:

Kata dia, akibat maraknya pungli, peringkat kemudahan berusaha di Indonesia masih terpuruk, yakni di atas posisi 100.

"Dari survei negara, Singapura nomor 1, Malaysia 18, Thailand 49, Indonesia nomor 109," kata dia.





Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban