Alasan Satgas Saber Pungli Diisi Pejabat Pengawasan

"Sebenarnya setiap lembaga, kementerian sudah punya 1 pejabat yang fungsinya pengawasan,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 21 Okt 2016 18:52 WIB

Author

Ninik Yuniati

Alasan Satgas Saber Pungli Diisi Pejabat Pengawasan

Setkab Pramonu Anung mengumumkan satgas saber pungli. (Foto: Setkab)


KBR, Jakarta- Tim Satgas Sapu Bersih Pemberantasan Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) diisi oleh pejabat-pejabat fungsional bidang pengawasan. Tim Satgas diketuai oleh Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Dwi Priyatno.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemilihan pejabat bidang pengawasan untuk menangani satgas bertujuan agar tim bisa bekerja lebih fokus.

"Banyak kita membuat satu organisasi satgas tapi ternyata tidak efektif, tidak berfungsi karena justru kita menempatkan para pejabat-pejabat fungsional yang tugasnya sudah padat, berat, misalnya Kapolri, Menkumham, Seskab, Jaksa Agung. Itu tidak mungkin menyisihkan waktunya day-to-day untuk serius, untuk terus memelototi pungli ini, itu pertama. Kedua, sebenarnya setiap lembaga, kementerian sudah punya 1 pejabat yang fungsinya pengawasan," kata Wiranto di Kantor Presiden, Jumat (21/10/2016).

Wiranto menambahkan, sejumlah lembaga dilibatkan dalam tim satgas di antaranya, Departemen Dalam Negeri, Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Intelejen Negara, PPATK, Ombudsman dan TNI. Wiranto mengatakan, TNI sengaja dilibatkan agar pungli di tubuh militer bisa tegas diberantas.

"Kalau yang punglinya itu TNI, itu nggak rikuh-rikuh lagi untuk bertindak, makanya butuh polisi militer dari ketiga angkatan," jelas Wiranto.

Berikut struktur tim satgas saber pungli:

Pengendali, penanggung jawab: Menkopolhukam

Ketua Pelaksana   : Irwasum Polri

Wakil Ketua 1 : Irjen Kemendagri

Wakil Ketua 2 : Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan

Sekretaris : Staf ahli di lingkungan Polhukam

Anggota : Kepolisian, Kejaksaan, Depdagri, Menkumham, PPATK, Ombudsman, BIN, TNI


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban