covid-19

Perusahaan yang Diduga Membakar Lahan Bertambah Drastis

Selain itu 1.200 lahan Hak Guna Usaha juga terbakar.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 06 Okt 2015 16:57 WIB

Perusahaan yang Diduga Membakar Lahan Bertambah Drastis

Ilustrasi (Foto: Situs Setkab)

KBR, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan perusahaan yang diduga membakar hutan dan lahan bertambah drastis. Dari awalnya 270 menjadi 420 perusahaan. Selain itu ada pula 1.200 lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang juga terbakar.

"Sudah ada 420 perusahaan yang sekarang kita teliti, tadinya 270 ya. Sekarang ya sudah 420 dan ada 1.200 yang datanya saya kirim ke Pak Ferry (Menteri Agraria dan Tata Ruang -red). Karena kelihatan itu konsesi-konsesi tetapi tidak tahu namanya kita karena izinnya bukan di kita. Izinnya di perkebunan  di pertanahan dan di kabupaten," kata Siti di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (6/10/2015).

Siti menambahkan, hingga kini baru ada 3 perusahaan yang dibekukan dan satu perusahaan dicabut izinnya. Kini kementeriannya masih berupaya mengumpulkan dokumen untuk membuat berita acara, memetakan area yang terbakar dan berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Kata Siti, dalam waktu dekat akan ada 30 perusahaan yang diberi sanksi.

"Orangnya (direksi perusahaan) harus diajak ngomong, kita tanda tangan, dia tanda tangan. Itu prosedurnya seperti itu. Jadi jalan terus kita lakukan," kata Siti. ?


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7