Meski Cuaca Baik, Pesawat Aviastar Naas itu Bergeser 27 Kilometer dari Jalur

Medan yang berat dan komunikasi yang sulit, menjadi kendala tim mengevakuasi para korban. Basarnas sudah menyiapkan tiga heli untuk evakuasi.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 06 Okt 2015 13:18 WIB

Author

Dwi Asrul & Eli Kamila

Meski Cuaca Baik, Pesawat Aviastar Naas itu Bergeser 27 Kilometer dari Jalur

Ilustrasi. Pesawat jenis Twin Otter milik maskapai Aviastar. (Foto: aviastar.biz)

KBR, Jakarta - Badan SAR Nasional Basarnas belum bisa memastikan kondisi jenazah dan badan pesawat Aviastar yang jatuh di Sulawesi Selatan.

Deputi Operasional Basarnas, Heronimus Guru mengatakan tim masih menuju lokasi jatuhnya pesawat di di Desa Ulusalu, Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Medan yang berat dan komunikasi yang sulit, menjadi kendala tim mengevakuasi para korban. Basarnas sudah menyiapkan tiga heli untuk evakuasi.

"Kalau dari Basarnas sekarang fokus di lokasi yang diinformasikan kemarin sore. Hanya dengan kesulitan komunikasi, itu masih menjadi kendala, makanya belum kita informasikan lagi," kata Heronimus Guru.

Evakuasi jatuhnya pesawat Aviastar baru akan dilakukan hari ini.

Kemarin, Pesawat Aviastar yang hilang kontak sejak Jumat pekan lalu dikabarkan telah ditemukan. Menurut Bupati Luwu Arifin Djunaidi, obyek yang diduga badan pesawat berada sekitar 200 kilometer dari pusat pemerintahan.

Posisinya berada di Gunung Latimojong di perbatasan Kabupaten Luwu dan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Posisi Bergeser


Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengirim petugas untuk mencari kotak hitam pesawat jenis Twin Otter milik maskapai Aviastar.

KNKT juga akan mengumpulkan fakta-fakta dari lokasi ditemukannya pesawat di Bukit Bajaja, Pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Ketua KNKT Suryanto mengatakan, lokasi pesawat bergeser sekitar 15 nautical mile atau sekitar 27 kilometer dari jalur yang seharusnya dilalui. Namun, KNKT belum bisa memastikan penyebab pesawat itu bergeser dari jalurnya.

"Temuan awal, pesawat bergeser 15-20 nautical mile dari jalur, biasanya bergeser dengan alasan cuaca. Pada saat itu cuaca tidak ada masalah. Makanya kita menunggu ditemukannya kotak hitam untuk tahu alasan lebih jelas kenapa pilot bergeser," kata Suryanto.

Pesawat naas itu membawa tiga awak pesawat serta tujuh penumpang termasuk dua bayi. Pesawat milik Aviastar itu hilang pada Jumat pekan lalu setelah lepas landas dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Pesawat itu rencananya terbang menuju ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10