covid-19

Larang Peringatan Asyura, Komnas HAM akan Panggil Bima Arya

Apabila tidak mendapatkan jawaban hingga tiga kali, maka Komnas HAM akan memanggil Walikota Bogor tersebut.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 28 Okt 2015 16:17 WIB

Author

Yudi Rachman

Larang Peringatan Asyura, Komnas HAM akan Panggil Bima Arya

Ilustrasi: Aksi menolak peringatan Asyura di Bandung (Foto: KBR/Arie N.)

KBR, Jakarta - Komnas HAM berencana memanggil Walikota Bogor Bima Arya jika surat teguran dari lembaga tersebut tidak mendapatkan jawaban. Menurut Anggota Komnas HAM Imdadun Rahmat, surat yang dikirim ke Walikota Bogor merupakan teguran keras agar pemerintah Kota Bogor memberikan jaminan kepada seluruh umat beragama dan berkeyakinan menjalankan ibadahnya.

Kata Imdadun, apabila tidak mendapatkan jawaban hingga tiga kali, maka Komnas HAM akan memanggil Walikota Bogor Bima Arya tersebut.

"Nanti kita akan surati lagi untuk mendapatkan perhatian atas surat teguran surat Komnas HAM itu kalau tidak ada tanggapan juga ya nanti kita panggil. Kita akan surati tiga kali tidak ada tanggapannya atau penjelasan lewat surat ya kita nanti akan panggil," jelas Imdadun, Anggota Komnas HAM Bidang Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan kepada KBR, Rabu (28/10/2015)

Anggota Komnas HAM bidang Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Imdadun Rahmat menambahkan, pemerintah baik pusat maupun daerah tidak memilik hak melarang ritual keagamaan apa pun. Jika alasan menjaga ketertiban, maka seharusnya pemerintah kota Bogor menjaga jalannya ritual ibadah hari Asyura tersebut supaya tidak menimbulkan gangguan.

Sebelumnya Walikota Bogor, Bima Arya mengeluarkan surat edaran larangan memperingati hari Asyrura bagi penganut Syiah. Alasannya untuk menjaga keamanan. Peringatan Asyura, dilaksanakan hari ke-10  bulan Islam Muharram. Ritual ini memperingati kematian Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad, yang tewas dalam pertempuran abad ke-7 di Karbala. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

DE-SI (Depresi to Prestasi)

War On Drugs

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10