Bagikan:

Korban Luka Kebakaran di Gunung Lawu Dirujuk ke RS Dr Moewardi Solo

Pendaki perempuan bernama Novi Dwi, berusia 14 tahun, asal Ngawi kini dirawat intensif.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 19 Okt 2015 16:57 WIB

Korban Luka  Kebakaran di Gunung Lawu  Dirujuk ke RS Dr Moewardi Solo

KBR, Solo - Seorang pendaki, korban kebakaran di Gunung Lawu dirujuk ke RS Dr Moewardi Solo. Pendaki perempuan bernama Novi Dwi, berusia 14 tahun, asal Ngawi kini dirawat intensif. Juru bicara RS Dr. Moewardi Solo, Dokter Elysa, mengatakan kondisi pendaki korban kebakaran gunung Lawu ini dalam kondisi stabil dengan luka bakar mencapai 40 persen. Menurut Elysa, tim medis masih melakukan perawatan dan membatasi kunjungan untuk pasien tersebut.

"Kondisi sadar. Kami dari rumah sakit masih membatasi yang mendekat, karena untuk luka bakar kan sangat rentan infeksi. Kemungkinan infeksi kan sangat tinggi, jadi belum semua orang bisa mendekat, termasuk keluarganya.” Ujar dokter Elysa, Senin (19/10).

Kondisi korban saat ini dalam keadaan stabil. kata Elysa, tadi pagi korban menjalani perawatan intensif di instalasi bedah sentral. Bila kondisi  semakin membaik, korban akan dipindahkan ke ruang intensif.

“Yang luka di bagian wajah, dada, tangan kanan-kiri, dan kaki ada sedikit luka bakar. Ada di salah satu ruang kami di rumah sakit ini. Untuk sementara, komunikasi baru bisa dilakukan antara dokter yang menangani dengan pasien ini." Tambah dokter Elysa.

Sebelumnya, 7 pendaki ditemukan tewas dan 3 lainnya kondisi luka berat dengan luka bakar di sekujur tubuh. Mereka ditemukan di jalur pendakian pos 3 dan pos 4 Gunung Lawu perbatasan Magetan Jawa Timur dan Karanganyar Jawa tengah. Jenazah pendaki yang tewas masih dalam proses identifikasi sedangkan pendaki yang luka dirawat di RS Magetan dan di antaranya dirujuk ke RS di Solo.

Diperkirakan masih ada 6 orang yang hilang di Gunung tersebut. Seorang pendaki yang selamat mengungkapkan mendaki bersama belasan rekannya dalam satu rombongan akhir pekan kemarin.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia