Ketua DPR: Penanganan Bencana Asap Tidak Terkoordinasi

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan sebagai koordinator penanganan bencana asap.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 13 Okt 2015 12:16 WIB

Author

Ninik Yuniati

Ketua DPR: Penanganan Bencana Asap Tidak Terkoordinasi

Jarak pandang sangat pendek akibat kabut asap di Kalimantan Tengah. (Foto: kalteng.kemenag.go.id)

KBR, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan sebagai koordinator penanganan bencana asap.

Ketua DPR Setya Novanto mengatakan keberadaan koordinator sangat penting mengingat bencana sudah memakan banyak korban. Selain itu, cakupan bencana asap tahun ini sangat luas.

"Yang penting menurut saya adanya koordinator mengenai bencana. Beberapa kementerian sudah melakukan tindakan-tindakan, tetapi belum menjadi suatu hal yang terkoordinasi baik. Saya sudah sampaikan kepada Presiden, untuk adanya koordinator. Koordinator ini menjembatani semua supaya terpadu, dan memang yang paling tepat Pak Luhut, yang sekarang ini sedang ke sana ke mari, dan terjun langsung, tapi itu semua kita percayakan kepada Presiden," kata Setya di DPR, (13/10).

Setya Novanto mengatakan telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Setya, Prabowo ikut mendesak agar status bencana asap di Sumatera dan Kalimantan dinaikkan menjadi bencana nasional.

"Ada pemikiran, misalnya dari Pak Prabowo, tadi malam kami bertemu. Bagaimana ini ditingkatkan menjadi bencana nasional," lanjutnya.

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan sudah berlangsung berbulan-bulan. Catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berdasarkan pantauan satelit NOAA-18, sejak Januari-Oktober 2015 jumlah titik api di dua pulau itu mencapai lebih dari 17 ribu titik api, atau meningkat 67 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

Kebakaran hutan dan lahan itu menyebabkan kabut asap pekat di berbagai daerah. Lebih dari 150 ribu warga terkena gangguan pernafasan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Di Jambi, ISPA menyerang 80 ribu orang dan di Riau penderita gangguan pernafasan akibat asap mencapai 70 ribu orang.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Meningkatkan Layanan Publik Melalui SPAN-L4POR

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12