Bagikan:

Jokowi Perintahkan Habisi Impor Ilegal

Impor ilegal melemahkan daya saing produksi dalam negeri.

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Okt 2015 18:14 WIB

Jokowi Perintahkan Habisi Impor Ilegal

Ilustrasi (Situs Kemenhub)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menemukan ada 3 pemain dalam transaksi impor barang ilegal. Yaitu importir, pengusaha pengurus jasa kepabeanan dan bea cukai Kementerian Keuangan. Para importir ilegal biasanya memakai kode barang tertentu yang memiliki bea masuk nol. Sehingga harga bisa dijual murah. Padahal ketika produsen dalam negeri mengimpor bahan baku dari luar, harus terkena PPn, PPh dan bea masuk. Hal ini, menurutnya melemahkan daya saing produksi dalam negeri.

"Di pelabuhan, saya sudah mendengar bahwa ada banyak modus yang dilakukan. Baik dalam penyelundupan bea masuk, PPh maupun PPn," kata Jokowi dalam pengantar rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Senin (12/10/2015).

"Saya kira di sini ada 3 pihak yang bekerja sama: yang pertama importir, yang kedua tentu saja pengusaha pengurusan jasa, yang berkaitan dengan kepabeanan dan yang ketiga oknum, terutama oknum bea cukai," kata bekas Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi menambahkan, banjirnya produk ilegal yang masuk ke Indonesia saat ini sering dikeluhkan asosiasi pengusaha dalam negeri. Jika impor ilegal tak segera diberantas, maka produsen dalam negeri akan mati. Bahkan orang Indonesia akan malas berproduksi dan pasrah untuk menjadi negara konsumen.

"Saya berikan contoh, yang berkaitan dengan pakaian jadi, alas kaki, kosmetik, elektronik, sprei, produk-produk makanan dan juga pangan, beras. Yang ini harus betul-betul menjadi perhatian kita," kata Jokowi.

Jokowi meminta bawahannya untuk segera menghabisi para pelaku impor ilegal. Selain mengganggu pasar dalam negeri, para importir nakal ini mengganggu keuangan negara dan neraca perdagangan.

Kata dia, solusi utama adalah memiliki database bersama mengenai para importir. 


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending