IJABI: Peringatan Asyura Diijinkan Walikota Bandung

Meski mepet, surat izin tersebut legal.

, BERITA , NUSANTARA

Sabtu, 24 Okt 2015 19:25 WIB

Author

Arie Nugraha

IJABI: Peringatan Asyura Diijinkan Walikota Bandung

Ilustrasi

KBR, Bandung- Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia IJABI, menyanggah tuduhan kelompok intoleran  yang menyebut peringatan Asyura malam tadi ilegal. Karena izin penyelenggaraan peringatan itu telah diterbitkan langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga beberapa jam menjelang dilakukan.

Menurut penangggung jawab acara, Sutrasno, sebelum ditetapkannya lapangan Sidolig sebagai tempat penyelenggaraan, berbagai lokasi telah dicoba untuk dijadikan tempat serupa. Mulanya mendapatkan izin namun akhirnya dibatalkan secara sepihak, salah satunya di gedung Zipur IX Ujungberung.

"Selanjutnya kami menggunakan gedung Zipur di Ujungberung, Zipur XI Ujungberung. H-1, bukan H-1 malahan, hari H nya tepat pukul jam 07.42 WIB tiba-tiba pihak gedung juga ada konfirmasi membatalkan juga karena tekanan juga dari sayap kiri," ujarnya saat dihubungi oleh KBR, Sabtu (24/10).

Sutrasno menjelaskan, izin yang dikeluarkan wali kota Bandung ini baru terbit lewat tengah hari, meski acara yang diikuti oleh 2000 jemaah ini berlangsung menjelang petang.

Namun begitu kata dia, seluruh rangkaian acara peringatan Asyura itu dapat dilaksanakan dalam waktu yang mepet dari jam 16.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB usai latihan digunakan oleh tim Persib Bandung. Izin penggunaan lokasinya sendiri sampai jam 22.00 WIB, tetapi melihat keadaan sudah tidak memungkinkan, secara teratur anggotanya pulang.

Sebelumnya diberitakan oleh KBR, peringatan Asyura oleh kelompok Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia di lapangan Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Bandung malam tadi, diprotes oleh kelompok intoleran. Mereka berbaris diseberang lapangan Sidolig dengan membentangkan beberapa spanduk penolakan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan