covid-19

GP Ansor Bogor Desak Walikota Cabut Surat Larangan Perayaan Asyura

Walikota Bima Arya dinilai hanya terpengaruh oleh kelompok kecil yang ingin menimbulkan keonaran di Kota Bogor.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 29 Okt 2015 18:51 WIB

GP Ansor Bogor Desak Walikota Cabut Surat Larangan Perayaan Asyura

KBR, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dinilai gegabah, saat melarang perayaan Asyura kepada jamaah Syiah di Kota Bogor. 

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor, Imron Rachmat Hidayat  menyayangkan Walikota Bima Arya yang telah mengeluarkan surat edaran itu. Menurut dia, harus ada pendekatan persuasif dari berbagai pihak terkait hal ini. Dan saat ini, kata dia, walikota hanya melihat satu pihak terkait larangan perayaan Asyura ini.

"Kalau dibilang masalah Kamtibmas, saya rasa selama ini aman-aman saja. Dan bukan kali saja perayaan itu dilakukan. Dan kalau masalah keamanan itu seharusnya kewenangan kepolisian. Jadi dalam hal ini kita melihat walikota sudah gegabah," kata pria yang akrab disapa Romi ini saat dihubungi KBR, Kamis (29/10/2015).

Romy menilai, Bima Arya hanya terpengaruh oleh kelompok kecil yang ingin menimbulkan keonaran di Kota Bogor. Untuk itu ia meminta agar larangan itu dicabut dan ditinjau ulang.

"Ya kita minta itu dicabut, dan ditinjau lagi. Karena di tingkat pusat pun belum ada larangan itu," jelasnya.

Sebelumnya, Komnas HAM melayangkan teguran kepada Walikota Bogor Bima Arya yang telah melarang Hari Asyura lewat surat edaran. Anggota Komnas HAM, Imdaddun Rahmat, mengatakan Bima melanggar hak berkeyakinan kelompok Syiah yang dijamin Undang-Undang Dasar.

Komnas HAM juga menilai surat edaran itu berpotensi melahirkan konflik. Selain dari Komnas HAM, langkah Bima menuai kritik dari pendiri PAN, partai pengusungnya, juga dari aktivis hak asasi manusia dan kebebasan beragama.   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

DE-SI (Depresi to Prestasi)

War On Drugs

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10