Buruh Ancam Tidur di Depan Istana Hingga PP Pengupahan Dicabut

Para buruh menganggap, dengan formula yang ada dalam PP Pengupahan itu, maka kenaikan upah buruh paling tinggi hanya 10 persen.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 27 Okt 2015 16:18 WIB

Buruh Ancam Tidur di Depan Istana Hingga PP Pengupahan Dicabut

Demo buruh menolak PP Pengupahan (Foto:KBR/Bambang H.)

KBR, Jakarta - Organisasi buruh mengancam bakal menginap di depan istana negara sampai Presiden Joko Widodo mencabut PP Pengupahan. Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional, Iwan Kusmawan mengatakan,   tanggal 30 nanti, serikat buruh yang tergabung dalam tiga konfederasi dan 60 federasi berencana kembali menggeruduk istana dan memaksa Presiden Joko Widodo mencabut PP Pengupahan yang baru saja disahkan.

"Jadi kita pastikan tanggal 30 peserta aksi yang betul-betul siap untuk menginap di depan istana presiden. Karena saya tadi diinformasikan,  bahwa tangga 30 itu dipastikan bakal menginap dan tidur di sepanjang jalan ini," katanya.

Sejak pagi tadi, ribuan buruh yang tergabung di Serikat Pekerja Nasional berunjukrasa di depan istana negara. Mereka menuntut Pemerintah mencabut PP Pengupahan yang baru saja disahkan.

Para buruh menganggap, dengan formula yang ada dalam PP Pengupahan itu, maka kenaikan upah buruh paling tinggi hanya 10 persen.

Formula itu akan berlaku selama puluhan tahun, dan akan berakibat upah buruh Indonesia akan terus berada jauh di bawah Thailand, Singapura, Malaysia dan Filipina seiring dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?