Buru Pembunuh Gajah, Polisi Dituding Siksa Warga

Korban salah tangkap tersangka terkait perburuan gajah jinak itu ada yang koma, luka-luka berat dan ringan.

, BERITA , NUSANTARA

Kamis, 22 Okt 2015 14:17 WIB

Author

Eni Muslihah

Buru Pembunuh Gajah, Polisi Dituding Siksa Warga

KBR, LAMPUNGĀ  - Warga di Desa Pemerihan Kecamatan Bengkunat Blimbing Kabupaten Lampung Barat melapor ke Polda Lampung akibat tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian. Kekerasan terjadi saat kepolisian mencari pelaku perburuan gading gajah jantan Yongki yang mati sebulan lalu.

Mingun salah satu korban salah tangkap tersangka mengaku mendapat perlakuan tak wajar. Dia dan empat korban melaporkan ke Polda Lampung.

"Aku ditanya soal gajah di Pemerihan. Aku ini kan tidak tahu apa-apa hanya orang kecil. Tapi saya malah diborgol lalu ditabokim sampai telinga sebelah kiri hilang pendengaran," ungkap Mingun, Kamis (22/10).

Korban salah tangkap tersangka terkait perburuan gajah jinak itu ada yang koma, luka-luka berat dan ringan.

Sebelumnya diberitakan gajah jinak di Pemerihan Kawasan Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mati dekat kandang. Yongki mati dalam keadaan kehilangan dua gadingnya yang berukuran lebih dari 130 centimeter.

Kematian itu, Tim Krimsus Polda Lampung mengatakan bahwa pelaku perburuan ini sangat profesional, tidak ada jejak yang ditemukan dari lokasi kejadian.

Sampai saat ini kepolisian terus memburu pelaku pembunuhan keji terhadap gajah Yongki. Yongki disebut-sebut sebagai ketua kelas dalam program penanganan konflik gajah dan manusia yang biasa terjadi di kawasan tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Penyalahgunaan Narkoba di kalangan Pelajar dan Mahasiswa Meningkat, Penerapan Regulasi Tidak Tepat Sasaran

Kabar Baru Jam 7