2000-an Warga Aceh Singkil Mengungsi ke Sumatera Utara

Saat ini pengungsi ada di kantor camat dan bangunan SD yang ada di Kecamatan Sibagindar Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara.

, BERITA , NASIONAL

Rabu, 14 Okt 2015 11:29 WIB

Author

Wydia Angga

2000-an Warga Aceh Singkil Mengungsi ke Sumatera Utara

Ilustrasi. (Foto: Commons Wikimedia)

KBR, Jakarta - Aliansi Sumatera Utara Bersatu menyatakan ada sekitar 2,000 warga di Aceh Singkil yang mengungsi.

Ribuan warga itu mengungsi pasca kerusuhan berbau SARA di Aceh Singkil, Selasa (13/010) lalu. Sekelompok orang menyerbu dan membakar sebuah gereja serta menyerang warga yang berjaga di gereja lain.

Kelompok yang mengatasnamakan Pemuda Peduli Islam (PPI) Aceh Singkil menuntut pembongkaran gereja karena dianggap tidak berizin dan melanggar aturan pendirian rumah ibadah.

Redima Gultom dari Aliansi Sumut Bersatu mengatakan saat ini pengungsi ada di kantor camat dan bangunan SD yang ada di Kecamatan Sibagindar Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara.

Redima mengatakan 2,000-an warga itu berasal dari tiga desa, yakni Desa Keras, Desa Siompin, serta Desa Mandumpang di Aceh Singkil yang gerejanya terbakar Agustus lalu.

"Kejadian ini sudah sangat berlarut-larut dan penyelesaian tidak jelas. Kita lihat di media juga pemerintah menyebutnya bentrok warga. Padahal ini sebenarnya bukan bentrok warga. Ini kejadian yang sudah memang ada demonstrasi tanggal 6 Oktober. Mereka (kelompok Pemuda Peduli Islam) melakukan aksi ini. Seharusnya pemerintah sudah bisa antisipasi. Jadi dengan situasi seperti ini, masyarakat merasa pemerintah tidak bisa berikan jaminan keamanan," kata Redima, Rabu (14/10).

Redima Gultom mengatakan yang dibutuhkan oleh pengungsi adalah perlengkapan bayi, yang sangat sulit didapat di tempat pengungsian.

Aliansi Sumut Bersatu telah membuka posko dan pusat informasi di perbatasan dan di Kantor Pusat GKPPD Sidikalang. Redima pun memperkirakan pengungsi akan terus bertambah.

Redima Gultom mengatakan sejumlah gereja yang menjadi sasaran penyerangan pekan ini sudah ada sebelum berlakunya Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang pendirian rumah ibadah. sehingga seharusnya gereja itu tidak menjadi sasaran.

Saat ini, kata Redima Gultom, warga Kristen mencoba untuk saling berkomunikasi karena lokasi yang saling terpisah supaya tidak terjadi provokasi.

Aliansi Sumut Bersatu juga sulit masuk Aceh Singkil karena akses ke Lipat Kajang diblokir para demonstran. Kondisi itu menyebabkan warga tidak bisa keluar masih mengungsi di gereja setempat.

Editor: Agus Luqman
 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak