Bagikan:

10 Perusahaan Pembakar Lahan dan Hutan Versi Walhi

Walhi berharap pemerintah memberikan hukuman tegas tidak hanya kepada anak perusahaan, namun juga grup perusahaan tersebut.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 28 Okt 2015 17:53 WIB

Author

Eli Kamilah

10 Perusahaan Pembakar Lahan dan Hutan Versi Walhi

Ilustrasi: Karhutla di OKI, Sumsel (Sumber: BNPT)

KBR, Jakarta - LSM Lingkungan Walhi menyebut ada 10 perusahaan yang  terlibat pembakaran hutan dan lahan. Menurut Ketua Departemen Advokasi Walhi, Nur Hidayati, sepuluh perusahaan itu adalah hasil dari rilis  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang dicocokan dengan peta-peta konsesi di lapangan.

Sepuluh perusahaan itu diantaranya, Sinar Mas, Sampoerna, Providen dan Marubeni. Kata Nur, Walhi sudah merilis keterlibatan anak perusahaannya secara langsung dan perusahaan perusahaan yang mensuplay kepada grup-grup perusahaan besar ini. Dia berharap pemerintah bisa memberikan hukuman tegas tidak hanya kepada anak perusahaan, namun juga grup perusahaan tersebut.

"Yang kami temukan grup yang terlibat, Sinar Mas, Wilmar, Raja Garuda Mas, April, Sampoerna, PTPN, Saemdarbi, First Resources, Providen dan Marubeni, sebagian besar perkebunan kepala sawit dan HTI Hutan Tamanan Industri untuk pabrik pulp dan kertas." jelas Ketua Departemen Advokasi Walhi, Nur Hidayati, Rabu (28/10).

Nur menambahkan tragedi kebakaran karhutla merupakan kesalahan kolektif pejabat negara. Dia menilai pemerintah melakukan pembiaran  dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan selama
bertahun-tahun. Salah satunya dengan pemberian izin pembukaan lahan.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending